Breaking News:

DPRD dan Dinas Pendidikan Siantar Imbau Yayasan Swasta Diskon Uang Sekolah

Meski ide untuk meringankan beban orangtua murid ini masih sekadar imbauan, dewan berharap pertimbangan sosial dari yayasan.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
SESEORANG berjalan di depan Kantor DPRD Pematangsiantar Jalan H. Adam Malik No. 1, Kelurahan Proklamasi, Kota Pematangsiantar. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Komisi II DPRD Pematangsiantar meminta seluruh yayasan swasta menurunkan biaya uang sekolah bulanan di masa Pandemi Covid-19.

Meski ide untuk meringankan beban orangtua murid ini masih sekadar imbauan, dewan berharap pertimbangan sosial dari yayasan.

Dikatakan Anggota DPRD Pematangsiantar asal Fraksi Demokrat Metro Hutagaol, seluruh anggota Komisi II DPRD sudah mendorong pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar untuk mencari solusi dari keluhan orangtua murid.

Ia mengaku, pihaknya sudah melaksanakan rapat dengan Disdik dengan menghadirkan puluhan pengurus Yayasan Pendidikan Swasta, Kamis (16/7/2020) kemarin.

“Saat itu ada sekitar 74 orang dari SD dan SMP hadir. Kita dengar sudah 80 persen yang sudah merespon untuk melakukan pengurangan uang sekolah," ujar Metro, Sabtu (18/7/2020).

TERUNGKAP 75 Persen Uang Sekolah Swasta di Medan Menunggak, Pemko Tegaskan Agar Patuhi Surat Edaran

Dari pertemuan itu, diperoleh kesediaan dari yayasan swasta untuk mengurangi beban uang sekolah. Besarannya pun bervariasi, ada yang mengurangi Rp 50 ribu, ada yang mengurangi 10 persen dari harga uang sekolah dan ada juga yang tiga bulan digratiskan.

Mengenai realisasi hasil rapat itu, kata Metro, Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar masih menunggu laporan dari Dinas Pendidikan Siantar, termasuk bagaimana strategi pihak yayasan pendidikan melakukan pengurangan biaya sekolah.

Bagi Metro Hutagaol, sebenarnya tidak ada alasan dari pihak sekolah untuk tidak mengurangi biaya sekolah, sebab operasional sudah disubsidi dengan adanya dana BOS.

“Ada Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang penggunaan dana BOS, sudah diberikan kewenangan kepada pihak sekolah, bisa digunakan untuk penggajian honor guru, bisa juga dipergunakan untuk peningkatan protokol kesehatan di sekolah, seperti membuat senitizer, wastafel dan lainnya. Dana BOS diperbolehkan juga untuk pembelian paket internet agar bisa belajar daring,” pungkasnya.

Kadisdik Kota Pematangsiantar Romayana Marpaung mengaku sependapat dengan DPRD. Ia pun mengaku sudah dua kali melayangkan surat kepada pihak sekolah swasta.

Gubernur Edy Berencana Gratiskan Uang Sekolah Siswa SMA/SMK Terdampak Covid-19

"Sudah ada pihak sekolah yang merespon dan sejauh ini ada 80 persen mau melakukan pengurangan. Tetapi sekolah-sekolah yang besar masih ada yang belum menentukan apakah membuat pengurangan atau tidak. Alasan mereka, karena ingin meningkatkan mutu pendidikan, sehingga membutuhkan banyak biaya,” jelasnya.

Menurutnya, pihak yayasan bisa melakukan pengurangan uang sekolah dengan mengambil dana BOS. Sebab, semua sekolah mendapatkan dana BOS, yang besarnya Rp 900 ribu per satu siswa SD dan untuk SMP Rp 1.100.000 per siswa.

“Itu kita sarankan dan harapan kita dimanfaatkan. Kita tunggulah apa respon dari masing-masing sekolah,” ucapnya.

(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved