Breaking News:

TBSU Gelar Seni Budaya Daerah, Ajang Pengobat Rindu Berkesenian Sumut di Masa Pandemi

Kegiatan ini sebagai bentuk kerinduan Seniman untuk tampil kembali dan untuk mengisi kekosongan anak sekolah

TRIBUN MEDAN/HO
PENAMPILAN para seniman dalam pagelaran Seni Budaya Daerah di TBSU, Jumat (17/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Semenjak pandemi melanda Indonesia beberapa waktu lalu, seluruh kegiatan langsung berhenti secara serentak. Tak terkecuali segala jenis bentuk pertunjukan kesenian untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak membuat kerumunan.

Namun, pada Jumat (17/7/2020) sore lalu, para seniman turut merasa lega dan senang dengan adanya pertunjukan seni perdana bertajuk Gelar Seni Budaya Daerah yang dilaksanakan di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Medan.

Kepala UPT Taman Budaya Sumatera Utara, Rachmat Hadi Saputra Harahap mengungkapkan, Pagelaran Seni Daerah ini digelar sebagai bentuk kerinduan seniman akan berkarya.

BERITA FOTO Siswa SMA Santo Thomas Menampilkan Pertunjukan Uning-Uningan Batak di Taman Budaya Sumut

"Sudah cukup lama para seniman tidak berkarya dengan tidak melakukan pagelaran ataupun pertunjukkan. Bahkan anak sekolah yang selama ini berlatih semua tidak pernah beraktivitas lagi. Jadi kegiatan ini sebagai bentuk kerinduan Seniman untuk tampil kembali dan untuk mengisi kekosongan anak sekolah yang selama ini sudah kurang beraktivitas kembali," ungkap Rachmat kepada Tribun Medan, Sabtu (18/7/2020).

Pertunjukan yang diikuti seratusan tamu berlangsung selama dua jam dengan meriah menampilkan aneka ragam pertunjukan dari berbagai daerah.

Rachmat menuturkan bahwa pada kegiatan perdana setelah pandemi ini, para seniman menampilkan kembali kreativitas mulai dari pembacaan puisi serta aneka tarian.

Peringati Hari Perempuan Internasional, Hapsari Sumut Tampilkan Pertunjukan Teatrikal

"Kegiatan ini kita menampilkan ragam seni daerah tapi belum semua daerah semalam karena mungkin waktunya. Ragam daerah ada Melayu ataupun Tapanuli.

Jadi kemarin banyak yang ditampilkan dari tarian, puisi yang diciptakan buku yang diserahkan bu Kadis yang langsung dibacakan oleh para pengarangnya serta ada juga kita tampilkan musik daerah," kata Rachmat.

Respon masyarakat tampak antusias. Hal ini terbukti dengan bangku yang terisi penuh sesuai protokol kesehatan yang diterapkan dengan selisih dua bangku.

Rachmat sendiri tidak menyangka bahwa peserta turut antusias dengan pagelaran kesenian daerah ini.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved