Breaking News:

Berkarya di Masa Pandemi, Sastrawan Sumut Luncurkan Buku Antologi Sastra di Taman Budaya Sumut

Buku antologi puisi dan prosa ini memiliki tema mayoritas seputar Kebudayaan daerah di Sumatra Utara. Dari lima penyair ini, memiliki tulisan beragam.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI foto bersama setelah peluncuran buku antologi puisi dan prosa oleh Sastrawan Sumatera Utara di TBSU, Jumat (17/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi tidak menghentikan para seniman untuk berhenti berkarya.

Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya peluncuran buku antologi puisi dan prosa bertajuk Khazanah Kekayaan Budaya Sumatera Utara di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Jumat (17/7/2020) sore.

Peluncuran buku ini dimasukkan bersamaan dengan kegiatan Pagelaran Seni Budaya Daerah yang diserahkan langsung dari Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua kepada lima sastrawan yang berkontribusi, diantaranya Thomson HS, dr. Ria NT, Porman Wilson Manalu, YS Rat, dan Teja Purnama.

Penyair Porman Manalu sendiri menyumbangkan 11 puisi untuk buku antologi ini. Ia mengungkapkan rasa bahagianya dapat berkreativitas kembali setelah pandemi.

"Perasaannya lebih bai lah. Artinya sudah ada dinas berniat menerbitkan buku ini, kita tentu sangat merespon ya. Artinya ada perhatian dinas untuk menerbitkan buku karya sastra di Sumut. Kalau bisa ini tidak hanya sampai disini tapi lebih ditingkatkan lagi, jadi tidak hanya setahun sekali. Jadi ini memungkinkan untuk melibatkan para sastrawan lain," ungkap Porman.

Buku antologi puisi dan prosa ini memiliki tema mayoritas seputar Kebudayaan daerah di Sumatra Utara.

Porman menuturkan bahwa dari lima penyair ini, memiliki jenis tulisan yang beragam.

Wagub Musa Rajekshah Tinjau Kesiapan Pemindahan Taman Budaya ke PRSU

"Temanya ini berkaitan dengan daerah. Tapi tidak semua. Dari kita berlima tidak semuanya sejenis. Ada yang menulis prosa ataupun puisi. Kalau 11 puisi saya ini berkaitan dengan kedaerahan seperti Danau Toba. Beberapa lainnya juga ada yang bertema bebas," ujarnya.

Proses penerbitan buku ini memakan waktu kurang lebih sekitar tiga bulan saat pandemi berlangsung. Porman menuturkan bahwa penerbitan buku ini didukung penuh oleh pihak dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut.

"Penerbitan buku ini dari lembaga yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. Dinas melalui TBSU meminta untuk penerbitan karya. Harapan kita tetap ada kegiatan seperti ini," kata Porman.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved