Breaking News:

Komunitas Zero Waste Nusantara Adakan Zwap, Bertukar Barang Untuk Kurangi Jejak Karbon

Kegiatan ini merupakan wadah bertukar barang antar anggota untuk mengurangi perilaku konsumtif dan merusak lingkungan.

TRIBUN MEDAN/HO
KOMUNITAS Zero Waste Nusantara saat berbagi mengenai gaya hidup minim sampah kepada komunitas Kumpul Mama beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas yang aktif mengkampanyekan soal lingkungan terutama gaya hidup minim sampah, Komunitas Zero Waste Nusantara (ZWN) melakukan kegiatan  Zwap atau Zero Waste Swap.

Kegiatan ini merupakan wadah bertukar barang antar anggota untuk mengurangi perilaku konsumtif dan merusak lingkungan.

Founder Zero Waste Nusantara, Jeanny Primasari mengatakan bahwa Zwap merupakan kegiatan bertukar barang antar anggota ZWN dengan persyaratan tertentu.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kadin dan YBHI Bersihkan Sungai dengan 3000 Liter Cairan Eco Enzyme

"Kalau di grup whatsapp ini, kegiatannya utamanya ada ngobrol santai sehari-hari sesuai dengan koridor isu lingkungan. Satu di antaranya ada Zwap (zero waste swap) setiap hari minggu pagi, di mana anggota grup bisa saling tukar barang/jual beli barang bekas, untuk mengurangi kebutuhan beli barang baru dan pada akhirnya mengurangi jejak karbon. Juga ada berbagai kampanye dan penggalangan dana," katanya, Minggu (19/7/2020).

Ia mengatakan beberapa persyaratan untuk mengikuti Zwap yakni barang yang ingin ditukarkan merupakan barang bekas yang layak pakai.

Barang diunggah melalui grup whatsapp dan kesepakatan dilakukan antar pribadi penawar dan yang mengadopsi barang.

"Daripada beli baru dan harus menambah jejak karbon. Kita menginspirasi teman-teman untuk mengurangi jejak karbon dengan cara bekerjasama," katanya.

Selain itu, penawaran barang dan pengadopsian juga hanya bisa dilakukan di Kota yang sama.

Penggunaan Kaktus untuk Bahan Kulit Vegan Pembuatan Tas, Ramah Lingkungan dan Hindari Kulit Binatang

"Karena kita lihat masih banyak sekali yang memproduksi sampah tanpa peduli akan dikemanakan sampah tersebut," ujarnya.

Jeanny mengatakan bahwa sejak 2018, komunitas Zero Waste Nusantara memiliki grup whatsapp dengan nama TaMpah. Nama TaMpah, terangnya merupakan singkatan dari Pantang Nyampah. Meskipun begitu bahasannya tak hanya berkutat mengenai sampah.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved