Pendapatan Daerah Langkat Capai 100,41 Persen, Ini Laporan Pelaksanaan APBD TA 2019

Bupati Langkat memaparkan Ranperda pertanggujawaban pelaksanaan APBND Langkat Tahun Anggaran 2019.

DOK. Humas Pemkab Langkat
Penyampaian Ranperda pertanggungjawaban penjelasan APBD Langkat TA 2019 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Langkat, Stabat,Senin (20/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangi Angin menjelaskan, realisasi pendapatan daerah Langkat pada Tahun Anggaran (TA) 2019 mencapai Rp 2.361.512.739.444,63 atau 100,41 persen dari target.

Pernyataan itu ia sampaikan saat penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Langkat Tahun 2020 pada rapat paripurna di Gedung DPRD Langkat, Stabat,Senin (20/8/2020).

Terbit menjelaskan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Langkat No 7 tahun 2019, Selasa (10/9/2019) tentang perubahan APBD TA 2019, terdiri dari target pendapatan sebesar Rp 2.351.829.208.710,00 dan belanja sebesar Rp 2.471.357.642.435,37.

Dengan begitu, pendapatan pun mencapai telah mencapai target. Hal serupa juga terjadi pada realisasi belanja daerah yang mencapai Rp 2.224.061.799.667,64 atau 89,99 persen dari target.

Kemudian, untuk pembiayaan tersebut, dibagi dalam kelompok, yaitu kelompok penerimaan pembiayaan daerah dan kelompok pengeluaran pembiayaan daerah.

Pada kelompok penerimaan pembiayaan daerah, realisasi penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 129.610.314.419,37.

Sementara itu, untuk pengeluaran pembiayaan daerah realisasinya sebesar Rp 2.122.330.000,00.

“Untuk arus KAS, terdapat saldo akhir KAS per 31 Desember 2019 sebesar Rp 264.938.924.196,36,” papar Terbit seperti keterangan tertulisnya.

Terbit juga menerangkan terkait neraca daerah Langkat TA 2019 yang mengacu pada format yang disajikan dalam pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

Dia membeberkan, aset lancar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat seluruhnya sebesar Rp 329.151.344.788,54.

Selain itu, jumlah investasi jangka panjang mencapai Rp 23.467.580.000,00. Lalu untuk aset tetap sebesar Rp 3.556.416.769.611,01. Jumah aset lainnya sebesar Rp 156.168.243.964,24.

“Sedangkan jumlah kewajiban terdiri dari jumlah kewajiban jangka pendek sebesar Rp6.039.360.143,990. Jumlah ekuitas dana sebesar Rp 4.059.164.578.219,89,” terangnya.

Suasana dalam paripurna

Sementara itu, ketua DPRD Langkat Surialam selaku pimpinan rapat menjelasakan, paripurna ini dilaksanakan sesuai Undang-undang (UU) No 23 tahun 2014 pasal 320 ayat (1).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved