Breaking News:

1.295 Personel Dilibatkan Dalam Operasi Patuh Toba 2020

Ada sebanyak 1.295 personel yang dilibatkan dalam Ops Patuh Toba 2020, terdiri satuan tugas Polda 100 dan satuan tugas wilayah sebanyak 1.195.

TRI BUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Kasubdit Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam pelaksanaan operasi patuh Toba 2020 yang digelar selama dua pekan (14 hari), terhitung 23 Juli sampai 5 Agustus, sebanyak 1.295 personel dilibatkan.

Adapun personel kepolisian yang dilibatkan daei satuan tugas Polda dan satuan tugas wilayah.

Hal tersebut dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Ada sebanyak 1.295 personel yang dilibatkan dalam Ops Patuh Toba 2020, terdiri satuan tugas Polda 100 dan satuan tugas wilayah sebanyak 1.195.

"Ops patuh Toba itu digelar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah provinsi Sumatera Utara," ujarnya Selasa (21/7/2020).

Lanjut AKBP MP Nainggolan, dalam kegiatan ini mengedepankan preemtif dan preventif dan penindakan hukum untuk meningkatkan simpati masyarakat terhadap polisi Lalu lintas dalam rangka pencegahan dan penularan Covid-19.

Selama Operasi Patuh Toba 2019, 30 Orang Meninggal Dunia Akibat Lakalantas

"Dalam pelaksanaan Ops Patuh Toba 2020 itu, kita juga didukung instansi terkait," kata Nainggolan.

Lanjutnya, untuk target kegiatan, adalah menurunnya titik lokasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran sesuai karakteristik wilayah masing-masing (tematik).

"Tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preemtif, preventif dan persuasif yang humanis," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktur Lantas Polda Sumut Kombes Pol Wibowo mengatakan, Operasi Patuh Toba 2020 ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalulintas.

Operasi Patuh Toba 2019, Polres Dairi Tilang 847 Pelanggar dan Catat 7 Kecelakaan, 2 Korban Jiwa

"Tujuannya agar masyarakat bisa disiplin berlalulintas dan juga untuk mengurangi terjadinya kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalulintas," jelasnya.

"Sasaran kita yakni pelanggaran lalulintas yang berpotensi terjadinya kecelakaan seperti melawan arus, terobos traffic light, over dimensi, over load, menaikkan penumpang di bak atau atap kendaraan," sambungnya mengakhiri.(mft/tri bun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved