Breaking News:

Terkait Bantuan ke Peternak Babi Terdampak Wabah ASF,Komisi B DPRD Sumut Tagih Janji Pemerintah

Komisi B DPRD terus-terusan meminta kejelasan kepada pemerintah terkait janjinya menyoal terhadap bantuan terhadap peternak babi.

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Peternak babi di Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi mengamati babi ternakannya, yang terbujur lesu di lantai kandang. Diduga kuat babinya yang tinggal seekor itu sudah terpapar virus kolera babi. Foto diambil Jumat (18/10/2019). 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN -  Anggota Komisi B, DPRD Sumut, Viktor Silaen mengatakan, pihaknya sudah berulangkali meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan untuk dapat memberikan kejelasan mengenai bantuan kepada peternak babi, pascakematian ribuan ternak akibat wabah Cholera dan African Swine Fever (ASF).

"Kita sudah meminta kejelasan kepada pemerintah terkait dengan bantuan tersebut. Artinya janjinya harus dipenuhi, tetapi harus memakai mekanisme," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Selasa (21/7/2020).

Antisipasi Virus G4, Peternak Babi di Marindal Jaga Kebersihan dan Semprotkan Disinfektan Serai

Viktor mengatakan, Komisi B DPRD terus-terusan meminta kejelasan kepada pemerintah terkait janjinya menyoal terhadap bantuan terhadap peternak babi. 

Menurutnya, pemerintah tidak akan bisa mengganti rugi peternak dengan uang tunai, sebab butuh anggaran yang besar. Akan tetapi, dirinya meneruskan permintaan peternakan, yaitu memberikan bantuan bibit.

"Tapi yang jelas, kita dari Komisi B tetap menagih janji kepada pemerintah merealisasikan bantuan kepada peternak babi. Minimal memberikan bantuan bibit kepada peternak," ujarnya.

Ganti Rugi Ternak Babi yang Mati Belum Jelas, Asperbasu Jenuh Mendengar Janji Manis Pemerintah

Saat ini, dirinya tidak mengetahui berapa jumlah terbaru hewan ternak babi yang mati akibat wabah ini. Sebab, Dinas Peternakan belum ada memberikan data tersebut.

Ia mengatakan, Dinas Peternakan harusnya melakukan pendataan terkait wabah ini, apakah virus ada atau tidak. Sebab, bantuan bibit nantinya tidak bisa diberikan kalau virus masih ada.

"Kemudian, pemerintah juga harus memberikan informasi terkini mengenai wabah ini apakah masih ada atau tidak," jelasnya.(wen/tri bun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved