Breaking News:

ASN yang Ditahan Polres Pematangsiantar Bukan Pejabat Lagi di Pemkab Simalungun

Johni Wilson Purba bukan lagi pejabat, lantaran jumlah pejabat di lingkungan Pemkab Simalungun terbatas.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
JHONRI Wilson Purba menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Pematangsiantar atas dugaan kasus penipuan. 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Terkait penahanan seorang ASN asal Pemkab Simalungun oleh Sat Reskrim Polres Pematangsiantar, Kadis Infokom Kabupaten Simalungun Wasin Sinaga menyampaikan, yang bersangkutan bukan lagi pejabat di Kabupaten Simalungun.

Wasin menyampaikan Johni Wilson Purba bukan lagi pejabat, lantaran jumlah pejabat di lingkungan Pemkab Simalungun terbatas.

"Di mana ditangkap dia? Bukan pejabat lagi itu. Kalau sekarang PNS di dinas mana, tanya ke BKD aja, ya. Gak pernah jumpa," ujar Wasin.

"Kalau dia pejabat kan terbatas, pasti tahu," ujarnya lagi.

Johni Wilson Purba ditahan menurut laporan korbannya bernomor LP/522/X/SU/STR tanggal 16 Oktober 2019 tentang tindak pidana penipuan.

Mantan Sekretaris Dinas Infokom Simalungun Ditahan Kasus Dugaan Penipuan

"Iya ditahan dalam kasus penipuan. Tersangka diduga menawarkan proyek pada korban. Sejauh ini baru beliau sendiri tersangkanya," ujar Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto kepada Tri bun Medan, Kamis (23/7/2020).

Dikatakan Edi, penahanan dilakukan sampai berkas perkara tersangka Jhonri Wilson Purba rampung dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Jhonri Wilson Purba ditetapkan tersangka dengan pasal 378 atau 372 KUHPidana tentang penipuan atau penggelapan.

Sesuai kronologi perkara, kasus ini bermula pada 16 Juli 2018 lalu. Saat itu Jhonri Wilson Purba bersama dengan Arthur Fernandus dan Hermanto (kedua sebagai saksi) bertemu pelapor Erwin Siahaan untuk membicarakan proyek bangunan sekolah di Jakarta.

Oknum Perwira Polwan di Binjai Digugat Terdakwa Penipuan, Dituding Gelapkan Uang Ratusan Juta

Jhonri kemudian menyebut biaya perongkosan sebesar Rp 360 juta.

Oleh Erwin Siahaan dan para saksi pun menyepakatinya dengan mendahulukan pembayaran dari kantong Erwin Siahaan.

Singkat cerita, setahun berselang, proyek yang diiming-imingi Jhonri Wilson Purba tak kunjung jelas. Bahkan Erwin dan para saksi sempat melakukan somasi sebanyak dua kali hingga bertolak ke Jakarta.

Meyakini proyek yang diiming-imingi fiktif, Erwin melaporkan kasus yang merugikannya ke Polres Pematangsiantar.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved