Breaking News:

Politisi Sumut Terjerat Kasus Korupsi

BREAKING NEWS: Tindakan KPK, 3 Mantan Anggota DPRD Sumut Mangkir terkait Kasus Suap Gatot

Tersangka yang belum memenuhi panggilan KPK adalah Nurhasanah (N), Ahmad Hosein Hutagalung (AHH), dan Mulyani (M

dok/Kompas.com/ Abba
Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti saat menjalani proses hukum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat 

Laporan Wartawan T r i b u n-Medan, Chandra Simarmata

T R I B U N-MEDAN.com, MEDAN -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan 11 mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019, pada hari Rabu (22/7/2020).

Sebelumnya dijadwalkan ada 14 orang yang dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka, namun tiga di antaranya tidak hadir memenuhi panggilan Komisi Antirasuah tersebut.

Ketiga nama tersangka yang belum memenuhi panggilan KPK adalah Nurhasanah (N), Ahmad Hosein Hutagalung (AHH), dan Mulyani (M).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron didampingi Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri memperlihatkan para anggota mantan anggota DPRD Sumut yang berstatus tersangka dugaan kasus korupsi pada live konfrensi pers penahanan melalui kanal YouTube KPK, Rabu (22/7/2020)
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron didampingi Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri memperlihatkan para anggota mantan anggota DPRD Sumut yang berstatus tersangka dugaan kasus korupsi pada live konfrensi pers penahanan melalui kanal YouTube KPK, Rabu (22/7/2020) (YouTube KPK)

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka yang tidak datang memenuhi panggilan KPK pada Rabu kemarin.

Karena itu pihak KPK akan kembali melayangkan surat pemanggilan. 

"Mereka akan dilakukan pemanggilan kembali," ujar Ali Fikri, Kamis (23/7/2020).

 

Ali Fikri sebelumnya menjelaskan, Penetapan tersangka 14 Anggota DPRD Provinsi Sumut ini merupakan tahap keempat.

 
Penetapan tersangka yang dilakukan KPK terhadap 14 mantan anggota DPRD Sumut sebagai pengembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi memberi/menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019.
 
Sebelumnya, KPK juga telah memproses 50 unsur pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2004-2009 dan/atau 2014-2019 dalam dua tahap, yaitu:
a. Tahap pertama pada 2015, KPK menetapkan 5 unsur pimpinan DPRD Sumut
b. Tahap kedua pada 2016, KPK menetapkan 7 Ketua Fraksi DPRD Sumut,
c. Tahap ketiga pada 2018, KPK menetapkan 38 Anggota DPRD
Sumut,
d. Tahap keempat pada 2020, KPK menetapkan 14 anggota DPRD Sumut dan menahan 11 di antaranya pada 22 Juli.
 
Para tersangka diduga menerima hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terkait dengan sejumlah hal yakni: 
a. Persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012 s/d 2014 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara;
b. Persetujuan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013 dan
2014 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara;
c. Pengesahan angggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara; dan
d. Penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015.
Adapun Nama-nama mantan anggota DPRD Sumut berstatus tersangka yang ditahan KPK adalah Sudirman Halawa, Rahmad Pardamean Hasibuan, Megalia Agustina, dan Ida Budiningsih.
Kemudian, Syamsul Hilal, Robert Nainggolan, Ramli, Layari Sinukaban, Japorman Saragih, Jamaludin Hasibuan, dan Irwansyah Damanik.
 
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga telah mengatakan Para tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan sejak 22 Juli hingga 10 Agustus 2020.
Tersangka atas nama,  Sudirman, Ramli, Syamsul, Irwansyah, Megalia, dan Ida akan ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK.
Sedangkan, Robert, Layari, Japorman, Jamaluddin, dan Rahmad akan ditahan di Rutan Cabang KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur.
 

"Terhadap para Tersangka yang tidak memenuhi panggilan KPK, kami ingatkan agar segera memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai Tersangka," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved