Pemkab Apresiasi BNNK dan MUI Langkat yang Bentuk Relawan Antinarkoba di 23 Kecamatan

BNNK dan MUI Langkat menandatangani MoU untuk membentuk relawan penyuluh antinarkoba di 23 kecamatan.

DOK. Humas Pemkab Langkat
Penandatanganan MoU pembinaan relawan penyuluhan anti narkoba, antara MUI dan BNNK Langkat, di Aula Kantor MUI, Stabat, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin melalui Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Saiful Abdi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengapresiasi langkah pemberantasan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Langkat.

Pasalnya, BNNK Langkat bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Langkat membentuk relawan penyuluhan antinarkoba di 23 Kecamatan.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembinaan relawan penyuluhan antinarkoba, antara MUI dan BNNK Langkat.

“Pemkab sangat mengapresiasi MoU ini,” ujar Saiful dalam keterangan tertulis saat penandatanganan MoU pembinaan relawan penyuluhan antinarkoba, antara MUI dan BNNK Langkat, di Aula Kantor MUI, Stabat, Kamis (23/7/2020).

Menurut dia, kegiatan itu sejalan dengan visi-misi Bupati untuk Langkat religius. Jadi, pihaknya berharap agar kerja sama tersebut dapat membantu pemberantasan narkoba sampai pelosok desa.

Bahkan, Saiful juga mengatakan bahwa Bupati Langkat sangat fokus untuk menangani pemberantasan narkoba sampai uang pribadinya ikut dikeluarkan untuk upaya itu.

“Namun sayang,  saat ini pencandu narkoba bukan berkurang, melainkan makin bertambah di Langkat. Semoga kerja sama ini dapat efektif,” sambung dia.

Maka dari itu, dirinya berharap agar kerja sama itu tidak sekadar seremonial saja, melainkan benar-benar berjalan untuk memberantas narkoba di Negeri Bertuah.

Penanganan sesuai regulasi

Sementara itu, Kepala BNNK Langkat Ahmad Zaini menjelaskan, pihaknya akan melakukan regulasi, sosialisasi, dan tes urin di setiap instansi, baik di kalangan atas sampai ke kalangan bawah, agar para pencandu bisa direhabilitasi.

Menurut dia, upaya itu dilakukan untuk penyelesaian atau pemberantasan secara tuntas penyalahgunaan narkoba.

“Pemberantas ini tidak mudah dilakukan karena pengedar sangat banyak dan bertambah. Ditangkap satu, muncul bandar baru, tetapi harus tetap berantas,” imbuh Zaini.

Cara lain yang akan dilakukan adalah juga melalui pendekatan kepada masyarakat, terkhusus kepada kepala desa.

Maka dari itu, MoU ini berguna untuk mengajak relawan antinarkoba di desanya agar bersama memberantas narkoba dimulai dari desanya sendiri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved