Breaking News:

Komnas PA Minta Tiga Pelaku Asusila Anak di Simalungun Dihukum Berat

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menilai ketiga tersangka dapat memperoleh hukuman yang berat.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
TIGA pelaku kekerasan seksual terhadap anak diungkap Polres Simalungun dalam konferensi pers di Asrama Polisi Jalan Sangnawaluh, Kota Pematangsiantar, Rabu (10/6/2020) sore. 

TRI BUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Komnas Perlindungan Anak (PA) mengaku memberikan perhatian serius atas aksi pencabulan yang terjadi di Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menilai ketiga tersangka dapat memperoleh hukuman yang berat.

Arist membenarkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, dan Bupati Simalungun JR Saragih agar penanganan hukum dilakukan maksimal. 

Selain itu, Pemkab Simalungun katanya, juga telah membantu korban dan keluarga tersebut dalam hal pemulihan mental melalui Dinas Sosial. 

Terbongkarnya Kasus Pencabulan Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur di Kota Siantar

Sesuai informasi yang diterima, Arist menyampaikan kondisi putri berinisial TBD berada dalam keluarga berstatus pra-sejahtera. Belum lagi orangtua mengalami gangguan mental.

“Anak itu juga perlu mendapat pengobatan karena menderita penyakit kulit. Kedua orangtuanya ada tetapi kesehatan mentalnya terganggu. Dua-duanya. Yang parah ibunya, anak ini yang merawat kedua orangtuanya. Kemudian, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan,” kata Arist Merdeka Sirait melalui sambungan seluler.

Aris meminta langkah tegas Polres Simalungun atas peristiwa perkosaan,  dengan bentuk penanganan maksimal. Ini harus dijadikan bukti agar menjadi pelajaran bagi masyarakat.

Kabar Terkini NF (15), Siswi SMP Pelaku Pembunuhan Bocah Tetangga dan Korban Pencabulan

Dari pemberitaan sebelumnya, pelaku pencabulan TP (44 tahun), KD (50), dan LL (21) melakukan pencabulan kepada korban TBD di areal perkebunan pinggir Sungai Bahbolon yang mengalir di Kecamatan Raya Kahean pada Mei 2020.

Ketiga pelaku mengimingi korban dengan uang jajan sebesar Rp 1000 untuk melaksanakan aksi bejatnya. Korban pun dipaksa melayani nafsu masing-masing pelaku dalam waktu berbeda.

Kerabat korban yang mengetahui hal ini usai mendengar cerita TDB kemudian melaporkannya kepada orangtua korban, hingga membuat laporan ke Polres Simalungun.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved