Breaking News:

Project Panggung Mimpi, Berani Bermimpi Wadahi Anak Sungai Deli Unjuk Kreativitas Secara Live

Project Panggung Mimpi ini adalah kolaborasi dari beberapa komunitas diantaranya JCI, Sahabat Alam Sumatera Utara (Salam Sumut), dan Sasude.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI penampilan anak Sasude menarikan tarian daerah dalam project Panggung Mimpi. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -  Yayasan Berani Bermimpi menggelar project Panggung Mimpi dengan penampilan anak Sanggar Sungai Deli (Sasude) di Auditorium Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Jalan Kapten Batu Sihombing, Kecamatan Medan Estate, Deliserdang, Sabtu (25/7/2020).

Project Panggung Mimpi ini yang digagas Berani Bermimpi ini melibatkan kolaborasi dari beberapa komunitas diantaranya JCI, Sahabat Alam Sumatera Utara (Salam Sumut), dan Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude).

Project Panggung Mimpi ini digelar secara live streaming dengan menampilkan tiga grup tari anak Sasude membawakan tarian Melayu, Tortor, dan Aceh.

Event yang digelar secara virtual ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat prodi Pengelolaan, Konvensi, dan Acara Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI)

Project Leader Panggung Mimpi, Nukeu Novia Andriani mengungkapkan awal tergagasnya kegiatan ini dari Alchemist Academy yang menyumbangkan donasi ke yayasan Berani Bermimpi yang kemudian dihubungkan kepada komunitas sosial.

Berani Bermimpi Adakan Berani Live, Ajak Para Peserta Unjuk Gigi dan Percaya Diri

"Kakak-kakak Salam Sumut ini melatih anak-anak Sasude menari setiap hari lalu ada dari JCI untuk mengajarkan dan memberikan awareness mengenai protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini. Setelah mereka tahu mengenai protokol kesehatan, disinilah saya sediakan panggung di Politeknik WBI," ungkap Nukeu kepada Tribun Medan.

Project yang dikelola oleh para dosen dan mahasiswa PKA WBI ini dipersiapkan selama tiga hari yang menampilkan tiga tarian.

Dalam project Panggung Mimpi ini, Anak-anak terlihat begitu antusias menari dengan persiapan dalam kurun waktu seminggu. Diantaranya ada Jennifer yang menarikan tarian Tor-tor.

"Senang kak menari tadi. Sama teman-teman bawakan tarian tor-tor. Untuk latihannya seminggu dan tidak terlalu sulit karena sudah ada pelatihnya. Harapannya bisa menari lagi dan menampilkan yang terbaik," ungkap Jennifer.

Pendiri Salam Sumut, Lukman Hakim Siagian mengungkapkan rasa senangnya dapat diajak berkolaborasi dengan Berani Bermimpi untuk membawa anak sanggar berkreativitas.

"Kalau kita Alhamdulillah akhirnya banyak teman-teman komunitas dan lembaga memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak pinggiran sungai Deli supaya mereka bisa menikmati bagaimana rasanya menjadi seorang anak itu," ujar Lukman.

39 Perawat Terpapar Covid-19 di Sumut, Pejuang Covid-19 Gelar Tausiah dan Doa Bersama

Saat anak-anak binaannya menampilkan kreativitas di atas panggung, Lukman sendiri tidak menyangka bahwa anak Sasude mampu menarikan secara profesional.

"Saya lihat mereka semalam kagum ya. Semi profesional aku pikir, dengan gerakan mereka yang pas, berarti anak tepian sungai Deli punya bakat dan minat tapi karena fasilitas dan dukungan akhirnya terpendam," tuturnya.

Kedepannya, Lukman berharap agar bakat dari anak Sasude dapat tereksplor dengan baik agar dapat meningkatkan kemampuan anak dalam kreativitas.

"Harapannya mereka bisa manggung lagi di manapun dan bisa bersaing dengan anak lain dan fasilitas untuk mereka belajar tidak hanya tari. Bisa musik, sastra ataupun teater, semoga bisa difasilitasi dengan baik dengan kolaborasi yayasan atau komunitas jika tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa," pungkas Lukman.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved