Breaking News:

Terungkap, Terpidana Mantan Kepala BPKD Siantar Masih Terima Gaji 50 Persen

Hanya 50 persen dari gaji karena status diberhentikan sementara. Nilainya 50 persen dari gaji pokok yang diterim

Tribun Medan / Dedy
MANTAN Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Pematangsiantar Adiaksa DS Purba di Balai Kota Jalan Merdeka. 

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Mantan Kepala BPKD Pematangsiantar Adiaksa Dian Purba yang sudah dijatuhi hukuman atas dugaan korupsi oleh Pengadilan Tipikor Medan, ternyata masih menerima gaji oleh Pemko Pematangsiantar. Bahkan gaji itu diterima selama dia menekan di jeruji besi.

Hal ini diketahui dari jawaban Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pematangsiantar, saat wartawan menanyakan status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disandang Adiaksa kini. 

"Soal Adiaksa Dian Purba masih diberhentikan sementara sambil kita menunggu salinan pengadilan. Dan apakah sudah incracht atau belum, juga belum kita ketahui," ujar Kepala BKD, Heryanto Siddik, Sabtu (25/7/2020).

Mangatas Silalahi Sebut Tak Mungkin Tersangka OTT Adiaksa Purba Mengutip Tanpa Perintah Seseorang

Sesuai ketentuan, ujar Siddik, BKD Pematangsiantar perlu memegang salinan putusan dari pengadilan yang telah berkekuatan hukum terap, atau sudah tidak ada upaya hukum lain dari ASN yang berstatus tersangka.

"Kalau beliau mengajukan banding, mungkin salinan putusan pengadilan belum berkekuatan hukum tetap," kata Siddik.

Kemudian, Siddik menerangkan Adiaksa masih memeroleh gaji yang nilainya separuh dari gaji utungnya di golongan IV ASN. 

"Hanya 50 persen dari gaji karena status diberhentikan sementara. Nilainya 50 persen dari gaji pokok yang diterima," katanya.

Kepala BPKD Siantar Adiaksa Purba Ditetapkan Jadi Tersangka dalam Kasus OTT

Perlu diketahui, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan pada 27 Februari 2020 lalu, telah menjatuhkan hukuman pidana dalam dugaan tindak pidana korupsi terhadap Adiaksa Dian Purba dan sekertarisnya saat itu Erni Zendrato, dengan masing-masing 1 tahun penjara.

Keduanya juga disanksi denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan.

Ihwal kasus ini terungkap usai Unit Tipikor Ditkrimsus Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di BPKD Pematangsiantar pada Kamis (11/6/2019) lalu. Penyidik melakukan pemeriksaan selama tiga jam pada seluruh ASN mulai pukul 17.30 WIB hingga 20.30 WIB.

Bahkan polisi pun membawa 16 orang pegawai BPKD Siantar menggunakan angkutan umum Paradep Taxi ke Polda, dan akhirnya menetapkan Adiaksa bersama Erni Zendrato sebagai tersangka kasus pemotongan insentif pekerja pemungut pajak.
(mag/tri bun-mean.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved