Pengelola Museum Tjong A Fie Ajak Masyarakat Hidupkan Kembali Wisata Sejarah

Museum Tjong A Fie tampak lengang dengan dikunjungi satu per satu pengunjung setelah dibuka kembali pada 4 Juli 2020 lalu.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI suasana Museum Tjong A Fie setelah dibuka kembali saat pandemi, Minggu (26/7/2020). 

Tribun-Medan.com, Medan - Museum Tjong A Fie tampak lengang dengan dikunjungi satu per satu pengunjung setelah dibuka kembali pada 4 Juli 2020 lalu.

Museum yang terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, No 105 Kecamatan Medan Barat ini sebelumnya berhenti beroperasi selama tiga bulan mulai April hingga Juni saat pandemi.

Wakil Pengelola, Rudiansyah mengungkapkan bahwa setelah dibuka kembali belum banyak masyarakat yang berkunjung ke Rumah Tjong A Fie.

Rudi menuturkan bahwa beberapa pengunjung yang datang mengungkapkan rasa rindu untuk berkunjung ke Rumah Tjong A Fie yang dibangun pada tahun 1900 ini.

"Ada beberapa keluarga yang sudah sangat rindu berkunjung ke tempat wisata salah satunya Tjong a Fie ini. Mereka ini kadang kala mengungkapkan rasa senang ataupun rindunya dengan antusias.

Banyak dari mereka yang ungkapkan akhirnya rasa rindu itu terbayar dengan berkunjung untuk melihat koleksi atau peninggalan yang masih terjaga ataupun terawat di museum ini," ungkap Rudi kepada Tribun Medan, Minggu (26/7/2020).

Selama beroperasi kembali di tengah pandemi, Rudi Tjong A Fie menerapkan protokol yang ketat dengan menyediakan westafel cuci tangan dan protokol kesehatan lainnya.

"Akhirnya kami tetap membuka dan tentu saja kami tetap memperhatikan protokol kesehatan, bisa dilihat kiri dan kanan bangunan ini ada tempat cuci tangan, kemudian ketika pengunjung datang pun diperiksa dulu suhu badannya dengan thermo gun, dan juga ada hand sanitizer, dan itu artinya kita memang mengindahkan arahan dari dinas kesehatan sendiri," ujarnya.

Para pengunjung yang datang satu persatu tampak serius memperhatikan setiap ornamen ataupun gambar dari sejarah pengusaha atau pedagang yang memiliki banyak tanah perkebunan di Medan ini.

Diantaranya ada Surya yang tampak serius memperhatikan setiap sejarah Tjong A Fie yang dijelaskan oleh seorang pemandu.

"Ini tadi lagi berkunjung dengan teman. Jadi kita ingin tahu sejarah dari Tjong A Fie, sepak terjangnya sampai dimana dan kisah suksesnya juga. Ya kalau terkait pandemi ini saya rasa tidak berpengaruh karena ini kan termasuk bagian dari sejarah Medan juga pasti harus tetap eksis juga," ungkap Surya.

Senada dengan Surya, Krisan juga turut hadir bersama dengan keluarganya untuk melihat sejarah dari Museum Tjong A Fie.

"Ini pertama kali datang bersama anak-anak dan keluarga. Kita lihat-lihat sejarah dari bangunan ini. Senanglah juga bangunannya keren sekali sangat khas terasa. Semoga juga bangunan ini dapat tetap terawat dengan baik," ujar Krisan.

Selama pandemi ini, Museum Tjong A Fie tampak tidak terlalu ramai dan cenderung merosot tajam dari sebelum pandemi yang kini hanya paling tidak 10 pengunjung setiap harinya. Sebelum pandemi, Museum Tjong A Fie ramai dikunjungi hingga mencapai 100 pengunjung per hari terlebih saat weekend.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved