Breaking News:

PDIP Tak Pandang Bulu, Akhyar Bakal Dapat Sanksi Tegas Jika Tetap Maju dari Partai Lain

Sempat santer diberitakan Akhyar kini telah berbaju Partai Demokrat dan akan diusung bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tribun Medan / Nanda
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini memang belum mengumumkan siapa calon yang bakal diusung maju dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Medan Desember 2020 mendatang.

Sebelumnya, dua nama yang sempat santer berebut perahu dari PDIP adalah Akhyar Nasution yang saat ini merupakan Plt Wali Kota Medan serta rivalnya yang juga menantu Presiden Joko Widodo yakni Muhammad Bobby Afif Nasution.

Namun kabar beredar, Akhyar yang juga kader PDIP kini telah berpindah partai.

Sempat santer diberitakan Akhyar kini telah berbaju Partai Demokrat dan akan diusung bersama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Terkait kabar manuver politik dan pindahnya Akhyar, Sekretaris DPD PDIP Sumatera Utara Soetarto mengatakan partainya tentu punya mekanisme.

Pengamat Nilai Keputusan Akhyar Pilih Demokrat Sesuatu yang Wajar dalam Politik

Karena itu terkait keluarnya seorang kader tentu harus mengikuti aturan dan mekanisme partai.

"Kami sampaikan tentu sebagai partai punya mekanisme. Kalau secara resmi bung Akhyar memang belum mengkomunikasikan apapun terkait dengan pencalonan beliau yang dari PKS dan juga sudah muncul di media bahwa dia menjadi kader Demokrat," ujarnya, Senin (27/7/2020).

Soetarto menjelaskan rencananya bakal calon wali kota Medan yang diusung PDIP bakal diumumkan DPP dalam waktu dekat. Jika nantinya sudah ada keputusan resmi dari Ketua Umum PDIP Megawaty Soekarno Putri terkait calon yang diusung maka seluruh kader dan jajaran PDIP Sumut akan tegak lurus menjalankan instruksi partai memenangkan calonnya.

"Akan diumumkam jika tidak akhir Juli mungkin awal Agustus. Kita tunggu Kalau sudah resmi diumumkan insya Allah di tahap ketiga nanti, Seluruh kader hingga PAC dan ranting harus patuh pada perintah partai. Kader yang tidak taat tentu kena sanksi, siapaun itu," tegasnya.

Hak Akhyar Nasution di PDI P Hilang jika Benar Pindah Partai, PDI Perjuangan Ungkap Mekanismenya

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan paham konsekuensi yang akan diterima jika tak ikut keputusan partai bahkan sampai maju pada Pilwalkot Medan tanpa restu partai berlambang banteng itu.

Hal ini dikatakan Akhyar, saat ditanya kemungkinan dipecat dari PDIP di sela-sela kegiatannya di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), pada 20 Juli lalu.

Namun Akhyar dengan tegas mengatakan bahwa pengabdian tertingginya sebagai warga negara adalah kepada bangsa dan negara dan masyarakat kota Medan.

Dia pun menyerahkan kepada warga kota Medan untuk memutuskan.(can/tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved