Breaking News:

Webinar UISU: Refocusing Anggaran Pertanian Sumut 31 Persen

Fakultas Pertanian UISU bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) dan USU menggelar webinar

Editor: Ismail
TRIBUN MEDAN/HO
Rektor UISU, Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP saat menjadi pemateri webinar membahas persoalan refocusing anggaran disektor pertanian kemarin (25/7/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fakultas Pertanian UISU bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) dan USU menggelar webinar membahas persoalan refocusing anggaran di sektor pertanian kemarin (25/7/2020).  

Sekdapropsu, Dr. Ir. Hj, R. Sabrina, MSi yang ikut menjadi narasumber dalam webinar itu memaparkan bahwa refocusing anggaran di sektor pertanian untuk APBD 2020 sebanyak 31 persen. “Sektor Pertanian APBD 2020  Rp711 M menjadi 489 M  atau turun 31,” ujarnya.

Namun, Sabrina memastikan bahwa anggaran yang direfocusing adalah anggran kebutuhan perjalanan dinas, pembelian ATK, honorarium dan pengadaan peralatan. “Refocusing seminimal mungkin dari tidak dari kegiatan fisik. Karena kita menyadari kegiatan fisik disektor pertanian juga dibutuhkan,” ucapnya sembari menegaskan refocusing yang dilakukan Pemprov Sumut sudah melalui berbagai proses tahapan dan memiliki landasan hukum.

Sekdapropsu, Dr. Ir. Hj, R. Sabrina, MSi saat menjadi pemateri webinar membahas persoalan refocusing anggaran disektor pertanian kemarin (25/7/2020)
Sekdaprovsu, Dr. Ir. Hj, R. Sabrina, MSi saat menjadi pemateri webinar membahas persoalan refocusing anggaran disektor pertanian kemarin (25/7/2020) (TRIBUN MEDAN/HO)

Webinar yang digelar kemarin menjadi ajang diskusi yang menarik karena melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga akademisi turut menjadi pembicara. Diantaranya, Sumedi Andono Mulyo, M.A.,Ph.D (Direktur Pengembangan Wilayah dan kawasan BAPPENAS, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP ( DPD RI / Alumni UISU), Prof.Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si (Kementerian Pertanian), Dr.Ir. Hj. R. Sabrina, MSi (Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara), Dr. Rasidin Karo karo, S.P.,M.Si (Akademisi / Staff Buggeting Officer) dan Dr. Ir. Mhd. Buhari Sibuea sebagai moderator.

Sementara itu pada pembukaan ikut menyampaikan kata pembuka, Ketua Umum Perhepi, Prof. Hermanto Siregar, Rektor UISU, Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP, Ketua Perhepi Komda Medan, Prof. Dr. Ir. Mhd. Asaad, M.Si.  Rektor UISU, Dr. H, Yanhar Jamaluddin, MAP saat memberikan sambutan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Fakultas Pertanian UISU.

Pelaksanaan webinar membahas persoalan refocusing anggaran disektor pertanian kemarin (25/7/2020) yang pusatkan di Ruang Serguna Pusat Administrasi UISU
Pelaksanaan webinar membahas persoalan refocusing anggaran disektor pertanian kemarin (25/7/2020) yang pusatkan di Ruang Serguna Pusat Administrasi UISU (TRIBUN MEDAN/HO)

Rektor UISU berharap webinar yang membahas tentang tema refocusing anggaran sektor pertanian itu dapat menghasilkan masukan yang berharga bagi pemerintah Sumatera Utara. “Fakultas Pertanian diharapkan dapat menjadikan webinar sebagai peluang kajian untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Rektor UISU.

Masih menurut Sekdaprosu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan dan holtikultura. Pemprov Sumut terus melakukan penguatan dalam upaya meminimalisir dampak dari pendemi Covid-19 dengan melakukan peningkatan koordinasi, sinergitas guna meningkatkan produksi, dengan melakukan percepatan tanam, perluasan tanam dan pemanfaatan lahan, kemudian juga melakukan perbaikan infrastruktur, dan juga memberikan bantuan sarana prasarana, serta menjaga stabilitas harga.

Sementara itu, Ketua Umum Perhepi, Prof. Hermanto Siregar dalam sambutan pembuka mengingatkan semua pihak, khususnya pemerintah untuk menggerakan sektor pertanian. “Jika pertumbuhan sektor pertanian negative akan sangat berbahaya,” katanya. Ditegaskannya bahwa pemerintah harus maksimal mendorong sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan. “Karena pangan adalah hak setiap warga negara,” ucapnya.

Saat ini, ujar Hermanto Siregar bahwa 7 tahun terakhir sektor pertanian mengalami kecendrungan penurunan, terlebih saat pandemi Covid-19 ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan peran perta pemerintah daerah untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan pangan.  (***)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved