Breaking News:

Dampak Corona, Pemko Medan Tiadakan Salat Idul Adha Bersama di Lapangan Merdeka

pandemi Covid-19 di kota Medan yang terus mengalami peningkatan, Pemko Medan meniadakan salat Idul Adha bersama

Ist/Pemprov Sumut/T ribun-medan.com
Suasana Salat Idul Adha di lapangan Merdeka Medan tahun lalu 

T RIBUN-MEDAN.com -

Jika di tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan salat Idul Adha di Medan dilaksanakan di lapangan Merdeka dan dihadiri oleh ribuan umat muslim, namun tidak untuk tahun ini.

Dikarenakan pandemi Covid-19 di kota Medan yang terus mengalami peningkatan, Pemko Medan meniadakan salat Idul Adha bersama di Lapangan Merdeka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kabag Agama Setda Kota Medan, Agus Maryono kepada t ribun-medan.com, Selasa (23/7/2020).

Ia mengatakan setelah melalui pertimbangan yang matang, Pemko Medan meniadakan salat Idul Adha bersama di lapangan merdeka, mengingat seluruh kecamatan di Medan masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19.

"Iya, belum dapat dilaksanakan karena memang salat idul adha yang kita laksanakan,.biasanya di Lapangan Merdeka itu kan dihadiri oleh banyaknya jamaah. Bahkan bisa sampai 6 ribu lebih jamaah. Maka mengingat saat ini kan kota Medan masih berstatus sebagai zona merah penyebaran Covid-19, jadi sebagaimana surat edaran Menteri Agama nomor 18 tahun 2020, di mana diantara syarat-syarat yaitu menerapkan minimal jarak 1 meter, kemudian melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan sebagainya, jadi untuk kota Medan sendiri Memang dengan zona merah ini belum dapat dilaksanakan," katanya.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan pemko sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Medan. Ia pun menghimbau agar umat islam yang ingin melaksanakan salat Idul Adha agar dapat melaksanakannya di masjid terdekat.

"Karena mempertimbangkan banyaknya jamaah itu, kita kan saat ini sedang gencar-gencarnya menangani penyebaran virus Corona. Jadi bagi kaum muslimin yang akan melaksanakan salat silahkan dilaksanakan di tempat masing-masing, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada, sehingga masyarakat juga bisa terjaga kesehatannya karena kalau salat di masing-masing tempat itu kan pesertanya enggak begitu banyak, jadi tidak masalah," ucapnya.

Meski demikian, Agus menekankan bahwa Pemko Medan tidak melarang dilakukannya penyembelihan hewan kurban di masing-masing masjid seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun ia tetap meminta agar para petugas menghindari terjadinya kerumunan serta pemotongan wajib tetap dengan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak aman.

"Pemko tidak melarang, karena kan ada juga yang dipotong di masjid masing-masing, tapi kami ingatkan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada. Supaya kesehatan masyarakat tetap terjaga dalam melaksanakan ibadah, karena itu yang lebih diutamakan," pungkasnya.

(cr21/t ribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved