Breaking News:

Berita Pilkada di Sumut

Paslon Perorangan Pilkada Siantar Gugur, Pasangan Asner-Susanti Kemungkinan Lawan Kotak Kosong

KPUD Siantar memastikan bahwa Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Kota Pematangsiantar dari jalur perseorangan tidak ada.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
PASANGAN Ojak Naibaho dan Efendi Siregar saat mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar di KPU Pematangsiantar beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Gambaran pesta demokrasi Kota Pematangsiantar pada Desember 2020 mendatang mulai terlihat.

Gembar gembor Pilkada kotak kosong sudah mendekati kenyataan.

Alasannya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pematangsiantar memastikan bahwa Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Kota Pematangsiantar dari jalur perseorangan tidak ada.

Kepala Divisi Teknis KPUD, Gina Ginting pada Selasa (28/7/2020) menjelaskan satu satunya Bapaslon jalur perorangan yakni Ojak Naibaho dan Muh Effendi Siregar tidak menyerahkan perbaikan syarat dukungan hingga batas waktu yang ditentukan, Senin (27/8/2020) pukul 23.59 WIB.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengadakan rapat dan hasilnya pasangan Ojak-Effendi dinyatakan gugur.

“Dari tanggal 25 sampai tanggal 27 Juli 2020, sampai pukul 23.59 WIB, pasangan Ojak dan Effendi belum ada menyerahkan perbaikan. Secara otomatis gugur. Kita ada buat berita acara, tapi bukan yang dari Silon karena mereka tidak hadir menyerah perbaikan syarat dukungan,” terangnya.

Sebelumnya, KPUD Pematangsiantar Bapaslon Ojak-Effendi telah melakukan verifikasi admistrasi dan verifikasi faktual. Hasilnya, syarat dukungan mereka yang memenuhi syarat hanya sebanyak 8.689, atau kurang sebanyak 9.221 dari 17.910 syarat minimal dukungan.

Untuk perbaikan sendiri, KPU meminta pasangan ini untuk menyusun dukungan yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat dari kekurangan verifikasi Faktual, yakni dua kali lipat dari dari 9.221 atau 18.442 dukungan.

Gugurnya pasangan berjuluk OKE ini berarti menghilangkan persaingan dengan satu satunya pasangan dari jalur partai politik, Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani.

Pasangan Asner Silalahi dan dan dr Susanti Dewayani sendiri begitu superior dengan perolehan dukungan dari 7 partai, yakni Hanura, Demokrat, PDI Perjuangan, NasDem, PKPI, Golkar dan PAN.

Mereka memupus pasangan calon jalur politik lain lantaran hampir memeroleh dukungan seluruh kursi DPRD Pematangsiantar (27 dari 30 Anggota DPRD Pematangsiantar). Bila tidak berubah, Pilkada melawan kotak kosong akan terjadi di Kota Pematangsiantar.

(alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved