Breaking News:

Pengedar Pil Psikotropika Ditangkap, 3 Pegawai Honorer RSUD Kota Pinang Ikut Terlibat

Dari empat orang tersebut, tiga di antaranya merupakan tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pinang.

HO/Polres Labuhanbatu/t ribun-medan.com
Jajaran Polres Labuhanbatu mengungkap kasus peredaran pil psikotropika tanpa resep 

T RIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU -

Personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap peredaran ribuan pil obat jenis psikotropika golongan 4.

Dalam pengungkapan ini, petugas turut mengamankan empat orang yang diduga sebagai pengedar.

Dari empat orang tersebut, tiga di antaranya merupakan tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pinang.

Terkait penangkapan tersebut, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu mengatakan berawal dari penangkapan MR alias Ridho (24) di Hotel Nuansa, Kota Rantauparapat, Labuhanbatu, Rabu (22/7/2020) lalu.

Di mana dari tangan Ridho, petugas menyita barang bukti berupa pil Riklona sebanyak 21 butir.

"Berdasarkan keterangan dari tersangka Ridho, kami melakukan pengembangan ke tersangka lainnya yakni ES alias Eko (23). Eko diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pinang," ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Sambung Martualesi, kemudian pigaknya menangkap Eko di depan RSUD Kota Pinang setelah sala satu petugas berpura-pura memesan obat.

"Dari tangan Eko, kami mengamankan 50 butir pil Riklona. Dari keterangan Eko dan Ridho, petugas kami kemudian menangkap seorang wanita berinisial SDM (27) yang berkerja sebagai tenaga honorer apoteker di RSUD Kota Pinang. Dari tangan SDM, kami mengamankan 2240 pil obat atarax yang merupakan psikotropika golongan 4 dan 40 butir riklona," ungkapnya.

Dari keterang tersangka SDM, lanjut Martualesi, menangkap ASH yang juga merupakan tenaga honorer bagian anestesi di RSUD Kota Pinang.  

"Tersangka ASH berperan penghubung antara SDM sebagai penyedia obat dengan E yang berperan menjual obat tersebut," kata Martualesi.

Dari hasil pemeriksaan petugas, para pelaku mengaku telah menjalankan bisnis ilegal tersebut dalam kurun waktu satu tahun.

Barang haram tersebut dijual kepada konsumen seharga Rp 50 ribu perbutir.

"Untuk penyidikan, lebih lanjut keempat tersangka berikut barang bukti 2391 pil obat psikotropika golongan 4 diamankan ke Polres Labuhanbatu," pungkas Martualesi.

(mft/tr i b u n-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved