Operasi Patuh Toba 2020 di Hari ke-6, Polda Sumut Tangani 2.838 Perkara
operasi Patuh Toba 2020 ini berlangsung selama dua pekan terhitung sejak 23 Juli sampai 5 Agustus.
TR I B U N-MEDAN.com, MEDAN - Operasi Patuh Toba 2020 di Polda Sumut dan jajaran, hingga kini masih berlangsung.
Seperti diketahui, operasi Patuh Toba 2020 ini berlangsung selama dua pekan terhitung sejak 23 Juli sampai 5 Agustus.
Di hari ke-6 atau hari Selasa (28/7/2020) kemarin, operasi Patuh Toba, Polda Sumut dan jajaran menangani 2838 perkara.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan Di mana dari 2838 perkara, sebanyak 866 tindakan berupa tilang dan 1972 perkara berupa tindakan teguran.
Lebih rinci dijelaskan MP Nainggolan, untuk jenis pelanggaran beragam, mulai dari tidak menggunakan helm SNI sebanyak 265 perkara.
Melawan arus 35 perkara, melawan arus ada 77 perkara.
"Menggunakan hp saat berkendara ada 7, lebih batas kecepatan ada 1, pengendara di bawah umur ada 25 perkara, muatan lebih ada 66 perkara dan lainnya ada 157 perkara," ujarnya Rabu (29/7/2020).
Lanjut MP Nainggolan, dalam operasi patuh Toba di hari ke-6, jumlah kecelakaan ada 11 kasus.
"Di mana tiga meninggal dunia, tujuh luka berat dan sembilan luka ringan. Dalam kecelakaan ini diperkirakan kerugian materi Rp 20 juta 500 ribu," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan operasi Patuh Toba 2020 yang dilaksanakan Polda Sumut dan jajaran, adapun personel kepolisian yang dilibatkan dari satuan tugas Polda dan satuan tugas wilayah.
Sebanyak 1.295 personel yang dilibatkan dalam Ops Patuh Toba 2020, terdiri satuan tugas Polda 100 dan satuan tugas wilayah, 1.195.
Lanjut Nainggolan, Ops patuh Toba digelar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah provinsi Sumatera Utara.
"Dalam kegiatan ini mengedepankan preemtif dan preventif dan penindakan hukum untuk meningkatkan simpati masyarakat terhadap polisi Lalu lintas dalam rangka pencegahan/penularan Covid-19.
Dalam pelaksanaan Ops Patuh Toba 2020 itu, kita juga didukung instansi terkait," kata Nainggolan.
Lanjutnya, untuk target kegiatan, adalah menurunnya titik lokasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran sesuai karakteristik wilayah masing-masing (tematik).
"Tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preemtif, preventif dan persuasif yang humanis," bebernya.
(mft/tr i b u n-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/operasi-patuh-toba-tahun-2019-yang-dilaksanakan-polres-tebingtinggi.jpg)