Breaking News:

Sering Tumbang Saat Musim Hujan, Pengamat Nilai Pohon di Medan Tidak Terawat Baik

Pengamat menilai pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Medan tidak mampu mengelola pohon.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan memotong pohon yang tumbang di persimpangan Jalan Sudirman dan Jalan Juanda, Medan, Sabtu (25/7/2020). Pohon tumbang yang menutupi badan jalan tersebut akibat terkena angin kencang disertai hujan, menyebabkan arus lalu-lintas macet. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam tempo beberapa hari selama musim hujan, tercatat sudah ada tiga pohon tumbang.

Diantaranya di Jalan Juanda tepatnya di jalanan depan rumah dinas Gubernur Sumut, dan teranyar pohon tumbang yang terjadi di dua lokasi sekaligus yaitu Pasar Merah, kecamatan Medan Area dan Jalan Eka Warni, Kecamatan Medan Johor yang terjadi pada Selasa (28/7/2020) sore.

Tingginya intens pohon tumbang di Medan ini turut menjadi perhatian dan kekhawatiran bagi pengamat lingkungan, diantaranya Jaya Arjuna yang menilai pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Medan tidak mampu mengelola pohon.

"Masalahnya orang yang kerja di DKP tidak mengerti cara mengelola pohon. Tidak mungkin mereka tidak punya ahli, pasti ada orang kehutanan atau ahli yang mengerti. Cuma kenapa ilmunya tidak dipakai. Pohon itu harus diperiksa dan dicek dulu apakah dia berlubang atau tidak. Ada ilmunya untuk itu," ungkap Jaya kepada Tri bun Medan, Rabu (29/7/2020).

Jaya menilai bahwa banyak pohon yang condong miring tidak tegak disebabkan karena tidak diperhatikannya perkembangan pertumbuhan pohon secara intens.

Pencari Lidi Tewas Tertimpa Pohon Sawit yang Ditumbangkan Ekskavator Rekanan PTPN IV

"Kalau untuk peneduh, maka harus dilihat fungsinya, akarnya bagaimana, sehat atau tidak pohon itu, batangnya bagaimana, semua harus diperhatikan dengan dipangkas atau dirapikan.

Jadi pohon yang condong itu gara-gara tidak diperhatikan tumbuhnya. Karena itu ada Dinas Pertamanan, kalau agak cenderung miring ya ditegakkan, disanggahkan itu bisa diatur," ujarnya.

UU Tata Ruang No. 26 tahun 2007 mengamanatkan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) seharusnya berada di persentase 30 persen untuk pengamanan kawasan lindung perkotaan, namun Jaya mengungkapkan bahwa hingga kini, RTH di Medan belum mencapai 10 persen.

"Pohon peneduh itu di ruang terbuka hijau harusnya 30 persen. Setiap jalan fungsi peneduh itu harusnya 75 persen. Artinya kalau jalannya ada satu kilometer, pohon yang tumbuh disitu itu bisa menaungi 750 meter. Kalau dinilai pohon itu bagus, 75 persen daerah itu dinaungi teduh oleh pohon," ujarnya.

Mahatala Nommensen Tanam 351 Bibit Pohon Produksi Buah, Edukasi Masyarakat Mencintai Lingkungan

Menurut Jaya, pohon peneduh itu dapat dilihat dari jarak dan kemampuan untuk menaungi. Ia menegaskan bahwa pihak DKP Medan harus paham bagaimna mengelola ataupun memilah pohon yang baik.

"Jadi kalau mengerti bagaimana memelihara pohon, itulah digunakan untuk mengelola pohon. Harus paham itu. Dilihat pohon mana yang bagus penghijauan ataupun peneduh dan berapa lebar kanopinya. Itu harus punya catatan," kata Jaya.

Menurut pengamatan Jaya, banyaknya pohon yang tumbang beberapa hari ini bukan semata karena sudah tua namun ia meragukan bagaimana sistem perawatan oleh pihak pemko Medan ini.

Pohon Tumbang di Depan Rumah Dinas Gubernur Sumut Bukan Milik Pemko, Begini Penjelasan DKP

"Pohon-pohon yang tumbang ini tidak pengaruh usia, kan makin tua pohon makin bagus, cuman ini terawat atau tidak," ujarnya.

Tambahnya, Jaya berharap agar kedepannya pihak DKP mampu untuk melakukan perawatan terhadap pohon dan memilih pohon yang tepat.

"Dulu itu kebanyakan pohon Palem Raja atau Akasia. Itu pohon-pohon yang tidak punya nilai ekologis. pohon peneduh itu daunnya harus bisa meneduh rapat, kemudian daunnya tidak mudah gugur atau rantingnya tidak mudah patah itu syarat untuk  pohon pelindung," ucap Jaya.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved