Breaking News:

Terekam CCTV, Handphone Siswa SMP 4 Pematangsiantar untuk Belajar Daring Dirampas OTK

Dalam rekaman CCTV itu terlihat dua orang pemuda mengendarai sepeda motor matic bermerk Honda Vario berwarna merah tanpa plat nomor kenderaan.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
ORANGTUA korban pencurian handphone menjelaskan kronologi kejadian kepada wartawan, Rabu (29/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, SIANTAR - Aksi pencurian handphone di sebuah warung yang berada di Jalan Madura Atas, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar terekam CCTV pemilik warung.

Aksi pencurian ini terjadi Selasa (28/7/2020) mendekati pukul 11.00 WIB siang.

Dalam rekaman CCTV itu terlihat dua orang pemuda mengendarai sepeda motor matic bermerk Honda Vario berwarna merah tanpa plat nomor kenderaan.

Satu dari kedua pemuda itu menghampiri warung dan mengaku ingin beli minum ringan. Pemuda yang mengenakan jaket hoodie dan topi berwarna merah itu juga sempat membuka kulkas dan berjongkok.

Puncaknya, saat hendak membayar minuman yang dibeli, pemuda yang tak dikenal itu merampas handphone milik anak penjaga warung (korban) bernama Carissa alias Ica.

INGAT Pencurian Rp 1,6 Miliar di Kantor Gubernur Sumut? Pelakunya Berhasil Ditangkap Brimob

Korban dan Ibunda sempat melakukan pengejaran, namun sayangnya kedua korban berhasil melarikan diri.

Ditemui Tri bun Medan, Rabu (29/7/2020) kedua orangtua Ica mengaku akibat kejadian itu putrinya yang masih menduduki kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Pematangsiantar masih trauma.

"Jadi waktu itu Ica, anak kami sedang ngisi absen belajar daring di sekolahnya. Sambil belajar dia jaga warung. Baru kejadianlah pencurian itu," ujar ibunda Ica, Nilam (36) saat menceritakan musibah yang menimpa anaknya.

Padahal kata Nilam, handphone itu dibeli dari usaha Ica menabung uang THR yang ditambahi ayahnya. Handphone bermerk Xiaomi Redmi Note 8 itupun dibeli dengan harga Rp 2.150.000 pada dua bulan yang lalu.

"Kalau untuk orang dewasa mungkin harga segitu kecil. Tapi untuk anak-anak yang masih sekolah, angka segitu besar," ujar Nilam.

Sementara itu, ayahanda Suriyadi (41) menyampaikan sudah melakukan pengaduan ke Polsek Siantar Barat. Namun lantaran dialog dengan polisi mengatakan laporan ini hanya memenuhi unsur pidana ringan, harapan mereka pupus.

Dua Pelaku Pencurian Barang di Jok Sepeda Motor Babak Belur Dipukuli Warga

Suriyadi menyampaikan polisi juga sempat mengunjungi mereka. Namun dengan berbagi pertimbangan dan keyakinan handphone itu tak akan kembali, ia mengaku tak akan melapor.

"Kata polisi ini pencuriannya di bawah Rp 2,5 juta. Jadi aku pikir daripada sia-sia, ya udah ikhlaskan aja. Aku bilang anakku nanti ada rezeki beli lagi," ujar pria yang bekerja di perusahaan telekomunikasi negara itu.

Untuk menyiasati anaknya tetap belajar, Suriyadi dan istri sepakat untuk meminjamkan handphone mereka belajar daring. Keduanya juga sudah melaporkan hal ini ke guru sekolah Ica untuk dapat memaklumi peristiwa yang dialami mereka.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved