Breaking News:

TKI Asal Siantar Dituntut Mati di Malaysia, Asdin Sihotang Masih Berharap Balasan Surat dari Jokowi

Upaya Asdin Sihotang, warga Pematangsiantar, untuk meloloskan anaknya, Jonathan Sihotang dari hukuman mati di Malaysia, belum menemui titik terang.

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Asdin Sihotang (58) dan Maslina Nainggolan (60) menunjukkan foto kenangan mereka dari anaknya yang akan menghadapi putusan pidana pembunuhan di pengadilan Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Upaya Asdin Sihotang, warga Pematangsiantar, untuk meloloskan anaknya, Jonathan Sihotang dari hukuman mati di Malaysia, belum menemui titik terang.

Asdin Sihotang sudah menyurati Presiden RI Jokowi, namun belum mendapat jawaban.

Prima Banjarnahor, mewakili keluarga TKI Jonathan Sitohang, menyampaikan permohonan bantuan ang dituliskan dalam surat sudah dikirimkan ke Presiden dan Ketua DPR-RI.

Ia menyebutkan upaya untuk menghindari Jonathan Sihotang dari hukuman mati adalah diplomasi kedua negara.

"Sudah kita surati presiden dan ketua DPR RI. Tapi belum ada kabar dari jakarta dan belum ada info lagi dari Malaysia kapan sidang putusan," ujar Prima kepada Tribun Medan, Rabu (29/7/2020) sore.

Adapun terdakwa Jonathan Sitohang dalam proses hukum di Pengadilan Negara Malaysia didampingi oleh penasihat hukum lokal yang ditunjuk oleh KBRI di Malaysia.

"Kedutaan besar RI menunjuk pengacara lokal dalam pendampingan di pengadilan," ujar Prima.

Disinggung apakah ada jalan lain untuk meringankan kemungkinan putusan mati terhadap terdakwa Jonathan, Prima menyampaikan satu-satunya cara adalah diplomasi politik dari pemerintah Indonesia.

Sepengetahuan Prima, proses penegakkan hukum di Malaysia berbeda dengan Saudi Arabia yang bisa diganti dengan uang kepedulian.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved