Breaking News:

Kenali Produk Pasar Modal di Era Kebiasaan Baru, Investor Miliki Alternatif Investasi Obligasi

Investor memiliki potensial return jika membeli produk investasi ketika membeli pada harga murah (harganya turun dibanding sebelum pandemi)

TRIBUN MEDAN/HO
INVESTASI SAHAM - Pergerakan pasar modal terlihat melalui layar RTI Business di kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jatim di Surabaya, Rabu (10/6/2020). Investasi melalui reksa dana saham dapat menjadi alternatif investasi yang bisa dilakukan dari rumah. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Berinvestasi di pasar modal di era kebiasaan baru menjadi tantangan dan peluang bagi para pelaku pasar modal, khususnya investor.

Karena saat ini harga-harga instrumen pasar modal sedang berada di posisi relatif rendah dibandingkan masa prapandemi.

Investor memiliki potensial return jika membeli produk investasi ketika membeli pada harga murah (harganya turun dibanding sebelum pandemi).

Hal ini diungkapkan Kepala BEI (Bursa Efek Indonesia) Kantor Perwakilan Medan, Pintor Nasution, Jumat (31/7/2020).

"Produk investasi pasar modal selain saham, investor memiliki alternatif investasi obligasi. Obligasi adalah surat utang yang dicatatkan di BEI. Jika saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan, obligasi adalah bukti kepemilikan atas piutang. Sehingga, obligasi disebut juga surat utang. Obligasi berisi janji untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi," kata Pintor.

INDEKS SAHAM BARU, Indeks IDX Quality30 Diluncurkan BEI pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

Ia menjelaskan obligasi memiliki jangka waktu penerbitan mulai dari jangka menengah hingga jangka panjang dan dapat dipindahtangankan.

Konsep dasar obligasi, contohnya, seseorang yang bernama Ahmad ingin membuka kios bakso yang membutuhkan modal Rp10 juta. Namun, orang tersebut hanya memiliki modal Rp5 juta.

Untuk menutupi kebutuhan modal, maka Ahmad menerbitkan obligasi senilai Rp5 juta dengan jangka waktu penerbitan 5 tahun. 

Surat utang senilai Rp 5 juta tersebut dibeli oleh lima orang teman Ahmad masing-masing Rp1 juta. Atas pembelian surat utang tersebut, si pembeli mendapatkan imbal hasil kupon yang besarnya ditetapkan di awal, misalnya 10 persen per tahun dengan pembayaran kupon setiap 6 bulan.

Nanti, saat jatuh tempo tahun kelima, Ahmad akan mengembalikan pinjaman dalam bentuk obligasi tersebut atau membayar kembali pokok obligasi senilai Rp1 juta kepada masing-masing temannya yang membeli obligasi yang ditawarkannya pada lima tahun yang lalu di Pasar Perdana. Kepemilikan kios bakso sejak awal tetap menjadi milik Ahmad.

UNIK, Beli Saham dan Reksa Dana Syariah Bisa Kurban Dua Ekor Sapi

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved