Breaking News:

Persiapan Kompetisi Olahraga Tradisional Tingkat Nasional 2020, KPOTI Sumut Bakal Gelar Selekda

Secara nasional ada 3.300 olahraga tradisional, tapi yang akan diperlombakan tingkat nasional tahun ini tidak semua.

TRIBUN MEDAN/HO
FESTIVAL Olahraga Tradisional yang digelar KPOTI SUMUT bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Medan Maret 2020. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Sumatera Utara saat ini tengah bersiap mengikuti Kompetisi Olahraga Tradisional Tingkat Nasional tahun ini 2020.

Agustin Sastrawan Harahap selaku Ketua Umum KPOTI Sumut mengatakan Indonesia memiliki beragam jenis olahraga tradisional.

Kejuaraan tingkat nasional bertajuk Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun ini bahkan rencananya bakal digelar di Jakarta bulan Oktober mendatang.

Adapun pada event tersebut akan mempertandingkan sebanyak enam cabang olahraga tradisional dari 16 cabor yang sudah dibakukan untuk pembinaan saat ini di Sumut. Keenam cabor tersebut adalah Enggrang, Gelindingan, Balap Karung, Hadang, Enggrang Batok dan Lari Balok.

"Secara nasional ada 3.300 olahraga tradisional, tapi yang akan diperlombakan tingkat nasional tahun ini tidak semua dan ada di daftar petunjuk pelaksanaan (juklak). Insya Allah kita akan ikut kompetisi, tapi tetap tergantung kondisi juga (pandemi covid). Kalau tanggal masih tentative," ujarnya, Jumat (31/7/2020) sore.

Arena Permainan Anak dan Pusat Kebugaran di Mal Mulai Beroperasi

Agustin menuturkan, saat ini atlet yang bakal dibawa memang belum dipilih. Hal ini dikarenakan akibat pandemi covid-19, seleksi untuk mencari atlet tingkat kabupaten dan kota belum dilakukan. Padahal setelah tingkat kabupaten/kota harus dilakukan juga seleksi daerah (Selekda) tingkat provinsi Sumut.

"Harusnya Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) bulan September ini di kabupaten dan kota. Seleksinya dulu. Tapi karena Covid ini belum tahu mana daerah yang nanti melaksanakan atau tidak. Tapi pengurus KPOTI daerah sudah diminta koordinasi dengan Disdik. Kalau untuk tingkat provinsi direncanakan pertengahan bulan September," terangnya.

Agustin menjelaskan event PKN merupakan kompetisi olahraga tradisional yang digelar rutin setiap tahun. Kejuaraan tersebut juga merupakan program kementerian pendidikan. Sebelumnya kata Agus, KPOTI berada di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Namun saat ini KPOTI telah berdiri sendiri sejak tahun 2019 lalu.

Arena Permainan Anak dan Pusat Kebugaran di Mal Mulai Beroperasi

"Dulu KPOTI di bawah FORMI namanya KOTI. Kalau sekarang di FORMI ada Portina untuk olahraga tradisional. Namun kita tetap apresiasi dalam arti perbedaan antara KPOTI dan Portina itu hanya sebatas nama, tapi tujuannya sama-sama melestarikan dan menggiatkan kembali olahraga rakyat dan permainan tradisional di Indonesia. Jadi beriringan bersama," kata Dosen Unimed ini.

Lebih lanjut kata Agus, tujuan terus dilakukannya pembinaan terhadap olahraga tradisional yang ada di Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 tentang Pemajuan Kebudayaan 2017. Dalam UU tersebut, Salah satunya adalah membumikan kembali budaya Nusantara untuk menjadi identitas bangsa yang juga ada yang sudah hampir punah.

Penjualan di Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Pengamat Ekonomi Sumut Wanti-wanti Harga Cabai

Halaman
123
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved