Breaking News:

Viral Postingan Humairoh Anak Putus Sekolah Kirim Surat ke Jokowi, Kini Berbuah Manis

Kisah seorang siswa yang terpaksa putus sekolah di Kota Medan karena tidak terdaftar di Kartu Keluarga (KK)

HO/t ribun-medan.com
Humairoh 

T RIBUN-MEDAN.com -

Sempat viral di Media sosial, kisah seorang siswa yang terpaksa putus sekolah di Kota Medan karena tidak terdaftar di Kartu Keluarga (KK) kini berbuah manis.

Postingan tentang kisah Humairoh (12) yang menulis surat ke Jokowi agar dapat mendaftar sekolah,membuat Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera (YPPS) tergerak untuk mengadvokasi.

Tak menunggu lama, hanya hitungan hari, Humairoh dapat menghela nafas karena kini ia telah resmi terdaftar dalam KK, dan secara otomatis dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP.

Ketua Yayasan YPPS, Uba Pasaribu mengatakan pihaknya tergerak membantu Humairah karena ia melihat sang Ibu Delwati (44) yang bekerja sebagai buruh cuci, begitu kesulitan mengurus administrasi anaknya.

Ia mengibaratkan perjuangan Dewati sudah seperti gosokan karena dioper ke sana ke mari namun tak kunjung membuahkan hasil.

Ibu Humairoh (Delwati) setelah memperoleh Kartu Keluarga (KK) baru.
Ibu Humairoh (Delwati) setelah memperoleh Kartu Keluarga (KK) baru. (HO/t ribun-medan.com)

"Kami terpanggil mengadvokasi karena sudah berlarut-larut mereka urus tak kunjung tuntas mengakibatkan anak putus sekolah. Selain itu selama ini kami dengar bahwa ibu itu sudah bolak balik bagaikan gosokan arang mengurus kartu keluarganya ke sana ke mari. Ke lurah kecamatan Medan denai bolak balik sampai ke dinas kependudukan. Pengakuan ibu itu sudah berkali-kali, namun penyelesaiannya tidak ada," katanya, Jumat (31/7/2020).

Dalam proses membantu pengadaan KK tersebut, kata Uba tidak memakan waktu yang lama bahkan hanya hitungan hari, ia mengatakan sesungguhnya proses pengurusan administrasi di kota Medan tidaklah sulit, apabila para petugas saling berkoordinasi dengan baik dan memahami persoalan warganya.

"Kemarin saya layangkan surat pendampingan ke kepala Dinas Kependudukan, tembusan RI 1, Mendagri, Dirjendukcapil, Gubsu, Walikota dan Ketua DPRD medan. Sejak saya layangkan surat, ya saya liat di Kartu Keluarga itu cuma dua hari ajanya diproses, masuk surat ke bagian umum yaudah besoknya saya cek, udah terbit KK-nya," katanya.

Ia mengatakan melihat kasus Humairah yang berjuang untuk mendapatkan akses pendidikan, harusnya dibantu oleh pemerintah dengan tanggap.

Halaman
123
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved