Breaking News:

Bermandikan Minyak dan Gas, Panas Surya dan Tenaga Angin Berlimpah, tapi UEA Pilih Nuklir, Kenapa?

PLTN Barakah dikembangkan oleh Emirates Nuclear Energy Corporation (ENEC) dan Korea Electric Power Corporation (KEPCO).

twitter
Bermandikan Minyak dan Gas, Panas Surya dan Tenaga Angin Berlimpah, tapi UEA Pilih Nuklir, Kenapa? PLTN Barakah UEA 

BERMANDIKAN minyak dan gas, panas surya dan angin berlimpah, tapi UEA malah pilih nuklir, kenapa?

Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di dunia Arab, Sabtu (1/8/2020).

PLTN  Barakah memulai operasi satu dari empat reaktor di pembangkit yang menggunakan teknologi Korea Selatan.

Awalnya PLTN Barakah diharapkan beroperasi sejak 2017 tetapi berulang kali tertunda karena berbagai masalah keselamatan.

UEA yang kaya minyak dan gas ingin PLTN Barakah memenuhi seperempat kebutuhan energinya, karena mengadopsi sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Peresmian PLTN Barakah milik UEA hanya 2 pekan setelah peluncuran wahana ruang angkasa ke  Mars - satu lagi penelitian ilmiah terkemuka untuk negara Teluk.

UAE juga banyak berinvestasi dalam tenaga surya - sumber energi yang berlimpah di Teluk.

Beberapa pakar energi mempertanyakan logika Barakah - yang berarti "berkah" dalam bahasa Arab.

Mereka berpendapat bahwa tenaga surya lebih bersih, lebih murah dan lebih masuk akal di wilayah yang dilanda ketegangan politik dan terorisme.

Tahun lalu Qatar menyebut PLTN Barakah sebagai "ancaman utama bagi perdamaian dan lingkungan regional".

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved