Breaking News:

Program TMMD Akan Dilakukan di Kampung Nelayan Indah, Pengamat: Perlu Keterlibatan Multipihak

Kawasan Kampung Nelayan sering terjadi banjir, karena tanggul yang ada acap kali jebol sehingga sangat mengganggu aktifitas warga sekitar.

TRIBUN MEDAN/RISKY
PERAHU nelayan parkir berjajar di tepi pantai Belawan Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/9/2019). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD 109 yang akan dilakukan pada September 2020 mendatang.

Program ini, diusulkan Akhyar untuk dilakukan di Kampung Nelayan Indah, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.

Dikatakan Akhyar, kawasan tersebut sering terjadi banjir, karena tanggul yang ada acap kali jebol sehingga sangat mengganggu aktifitas warga sekitar.

"Dengan perbaikan yang dilakukan melalui TMMD, insya Allah tanggul tidak rentan jebol lagi,” harapnya.

Menanggapi hal ini, pengamat perkotaan, Meuthia Fadila Fachruddin dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan mengatakan bahwa perlu adanya keterlibatan multipihak dalam pelaksanaan program sejenis TMMD.

Diskusi antar pihak yang berkepentingan dengan keterlibatan ahli, terang Meuthia menjadi penting untuk memastikan program pembangunan desa dapat berjalan efektif.

Bupati Langkat Apresiasi Kegiatan TMMD ke-108 Wilayah Kodim 0203/Langkat

"Seharusnya ada peran multi pihak di sana, terutama stakeholder agar diketahui apa yang dibutuhkan di daerah tersebut dan apa yang perlu diperbaiki," ujar Meuthia, Rabu (29/7/2020).

Meuthia mengatakan perlu adanya rencana yang disusun sebelum sebuah program dilakukan realisasinya. Selain itu, katanya perlu juga pembagian tugas antar pihak secara jelas.

"Misalnya dalam hal ini TNI itu tugasnya sebagai apa, bagaimana keterlibatan masyarakat dan pemerintah setempat. Untuk itu tentu harus ada rencana sebelum program nya direalisasikan," tambahnya.

Seperti misalnya, dicontohkan Meuthia dengan daerah hilir Sungai di Siliwangi. Di mana, terang Meuthia ada sebanyak ratusan TNI dikerahkan untuk melakukan penanaman.

Sering Banjir, Akhyar Sarankan Dandim Laksanakan TMMD di Medan Utara

"Kita lihat dalam hal ini TNI menyumbangkan banyak SDM untuk melakukan penanaman. Mungkin kalau hanya mengharapkan masyarakat sulit untuk menanam dalam jumlah besar. Nah sama juga dengan program yang dimaksud, fungsi masing-masing pihak seperti apa," katanya.

Dikatakan Meuthia, peran akademisi seperti pengamat perkotaan ataupun pengamat lingkungan juga diperlukan untuk memastikan program yang dijalankan lebih tepat sasaran.

"Peran ahli juga penting ya agar program yang dimaksud bisa lebih tepat dalam pemulihan dan pembangunan daerah yang dimaksud," tutupnya.(cr14/tri bun-medan.com)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved