Breaking News:

Wisata Sumut Saat Libur Idul Adha

Sebulan Dibuka Kembali, Pengunjung Taman Buaya Asam Kumbang Hanya Meningkat 25 Persen

Walau sudah dibuka kembali, nyatanya Taman Buaya Asam Kumbang belum mengalami kenaikan berarti dibanding saat sebelum pandemi.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI pengunjung saat mengunjungi Taman Buaya Asam Kumbang, Jalan Bunga Raya II, No. 59, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Minggu (2/8/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Taman Buaya Asam Kumbang sudah resmi dibuka kembali untuk pengunjung sejak awal Juli lalu.

Tampak sejumlah pengunjung asyik mengamati koleksi buaya yang berjumlah seribuan ekor pada akhir pekan bersama keluarga, Minggu (2/8/2020).

Namun, walau sudah dibuka kembali, nyatanya Taman Buaya Asam Kumbang belum mengalami kenaikan berarti dibanding saat sebelum pandemi.

Hal ini diungkapkan oleh Lim, pengelola Taman Buaya Asam Kumbang. Lim mengungkapkan bahwa kenaikan pengunjung setelah dibuka kembali hanya mengalami peningkatan 25 persen di akhir pekan.

"Hari ini ya bisa dibilang sepi tidak bisa seramai dulu. Kita tetap buka tapi ya masih begini saja, biasanya kan ramai. Selama dibuka kembali waktu pandemi ini ya sepi banyaklah, tidak ada 50 persen. Ya paling 25 persen, ini pun karena hari Minggu, kalau hari biasa ya kita tunggu dari pagi sampai sore baru ada dua pengunjung bergantian," ujar Lim kepada Tribun Medan.

Lim menuturkan bahwa sebelum pandemi, akhir pekan biasanya dikunjungi paling tidak sekitaran 200an pengunjung. Kini, setelah dibuka saat pandemi, pengunjung tidak lebih dari 100 orang untuk jadwal akhir pekan.

BREAKING NEWS: Jalan ke Berastagi Macet, Pengunjung Jadikan Medan Zoo Jadi Alternatif Liburan

"Kalau hari biasa ada 20 sampai 30 pengunjung itulah naik kereta. Habis dari jauh luar kota Medan tidak ada, paling ya anak-anak muda aja yang datang. Kalau dulu sering dari Jakarta, Riau atau luar negeri datang. Ini hanya lokal saja. Yang tua tidak berani datang," tutur Lim.

Selama pandemi, Taman Buaya Asam Kumbang ini sempat tutup beberapa bulan dan juga membatasi pengunjung. Lim menuturkan bahwa untuk dapat bertahan hidup bagi seribuan buaya ini dilakukan penghematan.

"Untuk bertahan ya kita hemat-hemat lah. Pegawai kita kan tidak banyak ya bisalah kita putar-putar. Yang penting tiket bisa untuk makan buaya dan bayar pegawai," kata Lim.

Jangan Datang Saat Musim Liburan, Inilah Waktu Terbaik Liburan ke Bali

Harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang ini diharapkan mampu untuk menutupi biaya makan seribuan buaya tersebut.

Kedepannya, Lim juga berharap agar pandemi ini dapat segera berakhir agar dapat membawa pengunjung menikmati wisata koleksi buaya di Taman Buaya Asam Kumbang.

"Ya kita berharaplah bisa ramai lagi. Sekarang pariwisata gimana ya, pandemi ini orang takut, kita pelan-pelan lihat situasi bagaimana lah ini. Kita berdoa agar corona ini cepat hilang jadi pengunjung dari luar kota atau luar negeri bisa datang lagi," pungkas Lim.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved