Breaking News:

Selama Pandemi, Satpol PP Medan Sudah Tahan Ribuan KTP Warga Pelanggar Protokol Kesehatan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melakukan razia masker di seluruh kecamatan di Kota Medan.

T R I B U N MEDAN/Gita Tarigan
Kasatpol PP M Sofyan saat ditemui di ruang kerjanya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Selama pandemi Covid-19 memasuki Kota Medan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melakukan razia masker di seluruh kecamatan di Kota Medan.

Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Medan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Corona Disease 19 (Covid-19), dan Perwal Kota Medan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19, bahwa setiap warga wajib menggunakan masker saat di luar rumah.

Maka sesuai perwal tersebut, setiap warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah, akan mendapatkan sangsi penahanan sementara KTP.

Kasatpol PP Sofyan mengatakan, pihaknya beserta tim dan dinas terkait telah melaksanakan razia masker sejak bulan April lalu. Hingga saat ini jumlah KTP yang ditahan sudah mencapai ribuan.

"Penahanan KTP sudah 1.831 lembar, terakhir kali kita laksanakan rajia masker sekitar dua minggu lalu," katanya kepada Tribun-Medan, Minggu (2/8/2020).

Namun KTP tersebut akan dikembalikan dalam waktu tiga hari dengan syarat membawa bukti surat berita acara penahanan KTP, dan mengisi surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Ia juga mengatakan bahwa dalam minggu ini Satpol PP akan kembali gencar melaksanakan razia masker hingga tempat usaha yang tidak mematuhi perwal.

"Dalam minggu depan kita lanjut lagi, dimulai besok, Senin. Kalau hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dalam bentuk penindakan maupun imbauan di tempat kuliner dan kafe sudah terlaksana di 392 titik," katanya.

Selain itu, kata Sofyan pihaknya juga melaksanakan razia di tempat hiburan dan pusat perbelanjaan lainnya. Seperti di 14 titik warnet di Medan, 10 titik supermarket, 10 titik pasar, 7 titik terminal/loket, 5 titik komplek, dan 9 titik kantor/rumah sakit/universitas/tempat rekreasi.

Dikatakannya jumlah personil yang diturunkan di setiap lokasi berbeda-beda jumlahnya.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved