Breaking News:

Kabupaten Samosir Ekspor 16 Ton Sayur Mayur Petani Ke Taiwan

"Kita sudah mulai ekspor sayur mayur kita ke luar negeri," ujar Bupati Samosir Rapidin Simbolon di Samosir, Selasa (4/12/2020).

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Satu container sayur mayur dari Samosir saat hendak dikespor ke Taiwan 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Sektor pertanian Kabupaten Samosir mulai melangkah ke taraf internasional. 16 ton sayur mayur menjadi ekspor perdana menuju Taiwan.

"Kita sudah mulai ekspor sayur mayur kita ke luar negeri," ujar Bupati Samosir Rapidin Simbolon di Samosir, Selasa (4/12/2020).

Secara resmi ekspor 16 ton hasil pertanian sayur mayur (kol, wortel, sayur putih) dilepas Bupati dengan tujuan Taiwan yang merupakan hasil pertanian dari kelompok tani yang tergabung dalam wadah Koperasi Samosir Kasih Sinergi, di Kantor Cabang Pemasaran Desa Sipira, Kecamatan Onan Runggu, sehari sebelumnya.

Pengiriman ekspor perdana hasil pertanian tersebut diberangkatkan langsung oleh Bupati Samosir.

Bupati Samosir menyampaikan bahwa pengiriman ekspor pertanian sayur mayur ini, merupakan kebangkitan petani di Kabupaten Samosir.

Pemerintah daerah akan terus mendukung petani, baik dari sisi peralatan maupun sisi lainnya.

“Mudah-mudahan di hari yang akan datang bisa kita berangkatkan lebih banyak lagi, di bulan September mendatang juga rencananya akan diberangkatkan 4 kontainer. Kita harapkan dengan berhasilanya ekspor perdana ini menjadi pemacu kita untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya sayur mayur dan pengolahan lahan-lahan tidur di Samosir ini akan semakin luas dan cepat. Pemerintah Daerah akan memfasilitasi melalui alat-alat berat, sehingga petani bisa semakin cepat pengolahannya dan semakin sejahtera,” Jelas Bupati Samosir.

Ketua Koperasi Samosir Kasih Sinergi Manatar Rumapea menyebut bahwa seluruh hasil pertanian ini merupakan hasil pendampingan kepada Kelompok Tani maupun yang bukan kelompok tani di Kabupaten Samosir, yang saat ini sudah mencakup 7 (tujuh) Kecamatan dengan total luas lahan hampir 300 hektar.

Menurut Mangatar para petani yang bergabung akan dilakukan pembinaan dari tim ahli dari mulai tanam, perawatan, sampai siap panen.

Mangatar berharap kedepannya semakin banyak petani yang terlibat dan dalam setiap minggu ada sekitar 5-10 hektar lahan tani yang panen.

Untuk saat ini beberapa negara seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Singapura sudah menerima sampel sayuran semi organik dari Kabupaten Samosir dan sudah diuji oleh laboratorium, tetapi kuota untuk memenuhi permintaan belum bisa kita penuhi.

“Kedepannya kita akan terus mengedukasi dan membina masyarakat untuk mengembangkan pertanian organik, dan memang permintaan untuk sayur mayur yang organik jelas lebih tinggi khususnya di negara-negara maju. Kita juga akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mengurus ijin organik dan pelatihan dalam bidang pertanian,” terang Manatar Rumapea.

(jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved