Rayakan Adhi Maha Puja, Kuil Shri Karumariamman Batasi Pengunjung
Perayaan Adhi Maha Puja tahun ini dirayakan secara berbeda di kuil Shri Karumariamman, Jalan Palapa, Deliserdang.
TRIBUN-MEDAN.com - Perayaan Adhi Maha Puja tahun ini dirayakan secara berbeda di kuil Shri Karumariamman, Jalan Palapa, Deliserdang.
Ketua Shri Karumariamman, Matha Riswan mengatakan, acara perayaan tahun ini telah mendapat izin dari pemerintah setempat.
"Pada masa pandemi ini, kami berupaya menyederhanakan perayaan tanpa mengurangi nilai agama, adat, dan budaya kita. Kami juga sudah menyampaikan surat secara lisan permohonan pelaksanaan kita kepada pemda setempat Bupati, Polri, dan Lain-lain," ungkap, Selasa (4/8/2020).
Perayaan ini digelar selama lima hari mulai dari Jumat (31/7/2020), dan dimulai dengan penaikan bendera sebagai tanda dimulai.
Pada hari kedua, pihak kuil melakukan pengarakan dewi untuk mengelilingi kampung agar mendapat kelimpahan berkat.
Pada hari ketiga, umat Hindu melakukan pemujaan dan kegiatan memasak bubur dan memberikan kepada Dewi Mariamman yang dilanjutkan dengan ritual Sakti Karagem.
Hari keempat dilaksanakan kegiatan Laksmi Puja Hindu yang diperuntukkan khususnya ibu-ibu dan wanita menggunakan sari dan menghidupkan cahaya untuk pemberkatan Dewi Mariamman.
Selanjutnya pada hari terakhir yang dilaksanakan, Selasa (4/8), umat Hindu melaksanakan upacara penurunan bendera di kuil. Perayaan ini juga sangat erat dengan ritual Alu Kute atau ritual cucuk lidah yang dilakukan oleh orang yang ingin bernazar.
"Ketika dia melakukan cucuk lidahnya maka kedepannya dia akan berpikir dan berbuat yang baik. Mereka melakukan nazar selama 41 hari untuk niatnya supaya kehidupannya lebih baik lagi. Jadi dia mengorbankan tubuhnya untuk nazarnya," jelas Riswan.
Kuil Shri Karumariamman juga telah menerapkan protokol kesehatan pada perayaan Adhi Maha Puja. Riswan menuturkan bahwa masyarakat yang hadir wajib menggunakan masker dan pemeriksaan suhu tubuh.
"Yang beda kali ini physical distancing. Masyarakat diwajibkan memakai masker. Kemudian pihak kuil juga menyediakan masker berkotak-kotak. Kita juga menyediakan tempat air cuci tangan yang ada dibelakang dengan suhunya lengkap dan yang terpenting kita cek suhu tubuh masyarakat yang hadir," katanya.
Riswan menuturkan bahwa setiap tahunnya perayaan ini dihadiri tidak kurang dari 750 hingga 1.000 orang. Kini hanya dibatasi untuk 100 hingga 150 orang saja.
"Kuil ini biasanya sampai 750 sampai 1.000 orang pasti hadir. Hari ini 100-150 orang karena kami tidak membuat undangan khusus, tidak mencetak selebaran dan tidak mempublikasikan di media sosial. Ini ibaratnya perayaan keluarga besar di Klambir 5 saja," ucapnya. (cr13)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ritual-adhi-maha-puja.jpg)