Breaking News:

Anggota DPRD Langkat Dukung Pembangunan Monumen Sejarah Pembantaian Pahlawan

MUI dan sejumlah Ormas Islam Langkat, meminta pembangunan monumen pembantaian pahlawan nasional T. Amir Hamzah dan 26 orang lainnya.

DOK. Humas Pemerintah Kabupaten Langkat
Audiensi MUI dan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam Kabupaten Langkat dengan DPRD Langkat, Jumat (7/8/2020), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Langkat, Stabat. 

TRIBUN-MEDAN.com – Anggota DPRD Langkat sekaligus Ketua Fraksi Golkar Munhasyar, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan monumen sejarah pembantaian Pahlawan Nasional T. Amir Hamzah dan 26 orang lainnya.

Namun pembangunan di Desa Kwala Begumit, Binjai, Langkat, hanya bisa diusulkan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Jika waktu dan letak monumennya sudah ditentukan dan diusulkan, kami pasti mendukung,” kata Munhasyar, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Munhasyar, saat menerima audiensi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam Kabupaten Langkat, Jumat (7/8/2020), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Langkat, Stabat.

Pada audiensi tersebut, MUI dan sejumlah ormas Islam memang mengajukan beberapa permintaan. Selain pembangunan monumen, mereka juga meminta DPRD Langkat meneruskan aspirasi terkait pemberantasan perjudian dan peredaran narkoba kepada Kapolres Langkat.

“Audensi ini merupakan tindak lanjut orasi sikap penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP) pada Rabu (1/7/2020) lalu, sekaligus sebagai dukungan terhadap penolakan yang diintruksikan MUI pusat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Ketua MUI Langkat Zulkifli A. Dian.

Penyampaian aspirasi tersebut pun ditandai penandatanagan petisi oleh MUI dan Ormas Islam, yang kemudian diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD Antoni Ginting dan Donny Setha.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved