Mencari Sensasi Strike di Mangrove Sicanang
Menurut Rusmiono, ikan yang sering didapat para pemancing adalah jenis kapas-kapas, sembilang (lele laut), dan kerapu.
TRIBUN-MEDAN.com - Memancing menjadi kegiatan yang banyak dipilih warga Medan untuk mengisi hari libur. Wisata Alam Mangrove Sicanang menjadi tempat alternatif memancing yang menarik.
Rusmiono, Ketua Kelompok Sadar Wisata, yang mengelola obyek wisata ini mengatakan, jumlah pengunjung meningkat setelah sempat ditutup.
"Setelah pandemi ini alhamdulillah jumlah pengunjung meningkat. Jadi pengunjung itu lebih banyak dari hari-hari biasa," katanya, Minggu (9/8/2020).
Menurut Rusmiono, ikan yang sering didapat para pemancing adalah jenis kapas-kapas, sembilang (lele laut), dan kerapu.
Tampak sebagian besar pengunjung datang berwisata bersama keluarga ke Mangrove Sicanang untuk memancing ataupun menikmati suasana tenang. Di antaranya ada Tirto, warga Kecamatan Medan Timur.
"Kalau saya ini milih memancing. Di sini tempatnya enak. Tenang," kata Tirto yang datang bersama keluarga.
Tirto mengakui getol memancing sejak dua pekan terakhir.
"Sebelumnya, sudah ke kolam-kolam pancing. Nah ini dapat info ada wisata alam yang bisa mancing. Ya sudah saya ajak keluarga datang kesini," ujarnya.
Heri, pengunjung asal Titi Papan, mengaku baru kali pertama datang Mangrove Sicanang.
"Saya tahunya dari teman. Saya ingin mencari sensasi strike," ungkapnya. Menurutnya, Mangrove Sicanang cukup menarik dikunjungi karena tempatnya nyaman dan harga tiket masuknya terjangkau.
Para pengunjung dapat menikmati kegiatan memancing dengan merogoh kocek sebesar Rp 25 ribu dan tambahan Rp 5 ribu untuk umpan pancing. (cr13)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mancing-pandemi.jpg)