News Video
Rekaman Erupsi Kedua Gunung Sinabung Pukul 11.17 WIB Abu Vulkanik Meluncur 2000 Meter
Senin (10/8/2020) Gunung Sinabung sudah dua kali erupsi hingga pukul 11.17 WIB. Untuk letusan pertama, erupsi terjadi pada pukul 10.16 WIB.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Senin (10/8/2020) Gunung Sinabung sudah dua kali erupsi hingga pukul 11.17 WIB.
Untuk letusan pertama, erupsi terjadi pada pukul 10.16 WIB
Kali itu, Sinabung memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom abu mencapai 5000 meter di atas puncak.
Berselang beberapa saat, tepatnya pukul 11.17 WIB Sinabung kembali bergejolak.
Pada letusan kedua ini, tercatat tinggi kolom abu vulkanik mencapai 2000 meter di atas puncak.
"Ya benar untuk hari ini sudah dua kali erupsi, tadi sekitar pukul 11.17 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 2000 meter," ujar pengamat Gunung Sinabung Armen Putra.
Video letusan Sinabung yang kedua:
• Suasana Mencekam di Desa Naman Teran yang Gelap Gulita Tertutup Abu Erupsi Gunung Sinabung
• Rekaman Detik-detik Gunung Sinabung Erupsi 5 Kali Lebih Besar dari Erupsi Sebelumnya
Armen menjelaskan, untuk saat ini arah hembusan angin juga terpantau masih sama dengan sebelumnya yaitu ke arah Timur-Tenggara.
Dengan ini, abu mengarah ke tiga kecamatan yaitu Namanteran, Mereka dan Berastagi.
"Dan saat ini kita lihat aktivitas masih berlangsung dan masih ada potensi," katanya.
Amatan www.tribun-medan.com, hingga saat ini puncak hingga badan gunung masih sebagian besar tertutup oleh abu vulkanik yang membumbung dan menggulung.
Desa Gelap Gulita
Erupsi Gunung Sinabung pukul 10.20 WIB menyebabkan suasana mencekam di Desa Naman Teran, Kabupaten Karo, Senin (10/8/2020).
Desa gelap gulita, warga di sana pun panik.
Seorang warga yang berhasil dihubungi Tribun Medan Wanto Sembiring (49) mengisahkan suasana di desanya saat ini.
"Gelap sekali, serasa malam akibat debu, sampai saat ini lampu rumah tetap dinyalakan," ujar Wanto Sembiring.
Rekaman suasana di Desa Naman Teran:
Dari penuturannya, erupsi kali ini lebih besar dari erupsi yang terjadi pada Sabtu (8/8/2020).
"Lebih besar dari yang pertama itu, pada Sabtu (8/8/2020), pokoknya desa kita saat erupsi terasa gelap lah," sambungnya.
Akibat erupsi, warga sekitar tidak berani keluar rumah.
Dia juga menuturkan bahwa kondisi saat ini di desa Naman Teran masih terkendali.
"Kondisi masih aman, tetap terkendali. Para petugas masih tetap waspada dan tetap bersama dengan warga. Aman sampai saat ini," tambahnya.
Erupsi 5 kali lebih besar
Pengamatan wartawan www.tribun-medan.com, terpantau dari puncak gunung membumbung tinggi abu vulkanik.
Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sinabung, pada erupsi ini Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 5000 meter.
Angka ini, sama dengan 7.460 di atas permukaan laut.
"Benar Sinabung baru saja erupsi, tinggi kolom abu mencapai 5000 meter di atas puncak," ujar pengamat Gunung Sinabung Armen Putra.
Dengan ketinggian kolom abu ini, terdata jika erupsi kali ini lebih besar lima kali lipat dari sebelumnya.
Saat ini, di beberapa grup pesan singkat sudah banyak beredar video yang memperlihatkan Gunung Sinabung sedang memuntahkan material vulkaniknya.
Dari beberapa video tersebut, ada yang terdengar jika dari dalam gunung seperti gemuruh.
Bahkan, ada juga sebuah foto yang memperlihatkan jika letusan kali ini terlihat hingga ke Kota Binjai.
Warga berhamburan
Warga yang bermukim di sekitaran Gunung Sinabung berhamburan keluar rumah dan berlari ke tempat aman.
Pantauan Tribun Medan dari video amatir yang berhasil dihimpun, terlihat, warga berlarian keluar rumah.
Sesekali warga melihat ke belakang.
Di langit, terlihat gumpalan abu vulkanik yang dibawa angin bergerak perlahan menutupi wilayah sekitarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, tinggi kolom erupsi Gunung Sinabung mencapai lebih dari 5.000 meter dari puncak Gunung Sinabung atau lebih 7.460 meter dari atas pemukaan laut.
Hal tersebut dikatakan Kepala Pos Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Badan Geologi dan PVMBG, Armen Putra.
Dalam penjelasannya ia mengatakan, erupsi Gunung Sinabung menyebabkan kolom abu yang berwarna coklat gelap dan mengarah timur dan tenggara.
Untuk itu, Armen mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati atau memasuki zona merah Sinabung yang sudah direkomendasikan.
“Untuk warga yang terdampak abu vulkanik letusan Sinabung, kami imbau agar melindungi diri dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Hingga Senin, dari informasi yang berhasil didapat z tingkat kegempaan Gunung Sinabung masih terus meningkat dan berpotensi kembali terjadi erupsi susulan.
Hingga kini, status Gunung Sinabung masih Siaga Level III.
(cr4/tribun-medan.com)