Breaking News:

Di Masa Pandemi, PHRI Berharap Kehadiran Pemerintah untuk Tingkatkan Industri Pariwisata

Saat ini semua hotel dan restoran di Sumut sudah melakukan protokol kesehatan seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 2

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
SEKRETARIS Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Dewi Juita Purba (tengah) dalam Talk Show Peluang Bekerja di Hotel dan Kapal Pesiar di Era New Normal yang diselenggarakan di Hotel Harper Wahid Hasyim Medan, Kamis (13/8/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 sangat membawa pengaruh terlebih bagi para pelaku usaha di bidang pariwisata. Di era New Normal ini pelaku usaha di sektor perhotelan dan restoran khususnya saat ini sudah kembali siap menerima tamu baik akomodasi dan berbagai kegiatan lainnya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Dewi Juita Purba saat mengisi Talk Show Peluang Bekerja di Hotel dan Kapal Pesiar di Era New Normal yang digelar, Kamis (13/8/2020) mengatakan, saat ini semua hotel dan restoran di Sumut sudah melakukan protokol kesehatan seperti yang diamanatkan dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 27 tahun 2020.

"Sekarang ini kita melihat ada inisiatif dari para pelaku usaha untuk melakukan penyemprotan disinfektan di setiap kamar saat tamu check out. Hal ini merupakan upaya pelaku usaha untuk mencoba meyakinkan pasar karena informasi ini diteruskan juga melalui media sosial. Namun kita tahu ini butuh waktu agar masyarakat yakin bahwa dengan protokol kesehatan ini akan aman saja kalaupun menginap di hotel atau makan di restoran," ujarnya.

Samosir Jamming Diharapkan Bisa Bangkitkan Pariwisata Samosir

Ia mengatakan PHRI juga tetap memberikan promosi dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Saat ini bentuk promosi yang sudah dilakukan PHRI terus menyampaikan pada masyarakat bahwa sudah nyaman dan aman menginap di hotel.

"Namun di sisi lain, kita juga menantikan kehadiran pemerintah untuk membantu mengangkat industri pariwisata yang kita tahu sangat terkapar. Industri pariwisata ini salah satu industri yang pertama sekali terdampak pandemi dan mungkin akan paling lama pulih. Apalagi melihat kondisi saat ini, makan di restoran dan menginap di hotel adalah hal terakhir yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Untuk itu, kata Dewi industri perhotelan juga butuh stimulus dari pemerintah agar industri ini lebih cepat berjalan. "Kami merindukan badan pemerintah untuk melakukan kegiatan di hotel dalam menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa hotel sudah aman," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriono yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan melalui Perwal 27 tahun 2020 sudah diatur mulai dari tata cara pembukaan usaha hingga sanksinya di masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini.

Ratusan Wisatawan Berkunjung, Ekowisata Mangrove Sicanang Butuh Lahan Parkir yang Memadai

"Kita semua membuat komitmen bersama untuk mempertegas pelaksanaan Perwal. Kita apresiasi juga pelaku usaha yang memiliki kesadaran penuh. Salah satunya menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir, yang mana di Perwal cuma diminta untuk menyiapkan hand sanitizer," katanya.

Saat ini pihaknya dari Dinas Pariwisata, juga memiliki program yakni meningkatkan koordinasi dengan para pelaku usaha di industri pariwisata.

"Program yang kami lakukan selalu menyesuaikan dengan kondisi terkini. Salah satu yang sudah kami lakukan adalah kampanye untuk orang datang ke Medan tak perlu khawatir karena pelaku industri pariwisata tetap mengedepankan protokol kesehatan," pungkasnya (sep/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved