Karakter Orang Medan Disukai jadi Peluang Karier di Hotel dan Kapal Pesiar

kapal pesiar juga sudah mempersiapkan protokol kesehatan untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Tribun Medan
Resepsionis melayani tamu yang berkunjung ke Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Medan. Santika Online Travel Fair pada tanggal 14 hingga 28 Agustus 2020, yang diberi tema "Celebrating Our Birthday". 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kesempatan untuk berkarier di kapal pesiar dan hotel di era New Normal sudah mulai terbuka. Hal ini sejalan dengan mulai kembalinya kapal pesiar dan hotel yang telah beroperasional saat ini.

Hal ini diungkapkan General Manager PT SAS Erik Gunawan didampingi Pimpinan Cabang Medan PT SAS Nurmansyah saat ditemui wartawan usai talk show Peluang Bekerja di Hotel dan Kapal Pesiar di Era New Normal yang diselenggarakan di Hotel Harper Wahid Hasyim Medan, Kamis (13/8/2020).

"Pada saat pandemi Covid-19 ini, khususnya dari awal Maret kapal-kapal itu masih lockdown. Tapi mereka sudah mulai bergeliat dan sudah mulai akan bergerak lagi. Nah, mulai September ini mereka sudah mulai memanggil lagi crew kapal. Kita juga sedang mempersiapkan sekitar 100 orang crew untuk diberangkatkan September nanti," ujar Erik.

Hadapi Pandemi Covid-19, Hotel Santika Medan Lakukan Penyesuaian Layanan

Ia mengatakan, sama seperti hotel di sini, kapal pesiar juga sudah mempersiapkan protokol kesehatan untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

"Apalagi kalau dirinci dari pemberangkatan para crew juga harus medical check up, harus swab tes untuk persyaratan keberangkatan pesawat, sampai di sana pun akan ada swab test lagi," katanya.
Dari pengalamannya, pekerja yang berasal Medan itu sangat disukai karena karakter masyarakat dari Medan yang berani dan pekerja keras. Selain itu bisa membaur dengan siapa saja.

Namun sangat disayangkan, pekerja dari Medan masih sangat sedikit sekali yang bekerja di atas kapal. Presentasenya dibandingkan dengan keseluruhan pekerja Indonesia di kapal pesiar masih sangat kecil, hanya 10 persen.

"Sisanya berasal dari Bali dan Jawa. Saat ini tenaga kerja di kapal paling banyak didominasi dari Bali dan Jawa Tengah. Padahal potensi kita di Sumut besar karena karakter kita yang khas," katanya.

Ia mengatakan, PT SAS merupakan sebuah perusahaan manning agency. PT SAS pertama kali hadir di Indonesia pada 2011 dengan mengakomodir tenaga kerja dari Indonesia untuk bekerja di kapal-kapal Amerika dan Eropa. Sedangkan di Medan, PT SAS ini baru hadir sekitar dua tahun. Tapi pihaknya sudah menjaring tenaga kerja sekitar 100 orang baik laki-laki dan perempuan untuk bekerja di kapal pesiar.

"Sekitar 50 orang sudah di kapal. Sisanya harusnya sudah berangkat juga, tapi masih pending karena Covid-19. Di sana pekerjaannya ada yang housekeeping, waitress, dan banyak lagi. Untuk penghasilannya lumayan ya, misalnya dish washer saja bisa digaji 750 USD," katanya.

Karena peluang yang besar ini organisasi para general manager hotel Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) bekerjasama dengan SASem ini memberikan kesempatan generasi muda yang ingin bekerja dan berkarir dalam industri perhotelan dan kapal pesiar melalui ISAT (IHGMA SAS Training Center).

Ketua DPD IHGMA Sumut, Zulham Ahmad yang turut hadir dalam talk show tersebut menceritakan suka dan duka bekerja di industri perhotelan. Ia mengatakan, bekerja di industri perhotelan memerlukan bukan hanya hard skill namun juga soft skill.

"Di ISAT akan diasah soft skill dan hard skill-nya dalam waktu yang relatif singkat. Para siswa akan ditanya passionnya di bidang apa misalnya housekeeping, food and beverage atau apa pun kita akan didik. Outputnya peserta bisa memilih mau berkarier di hotel atau di kapal pesiar," katanya.

Erik mengatakan, ISAT ini dibuat karena ia melihat SDM Sumatera Utara yang melimpah namun banyak yang tidak tahun cara terkoneksi dengan industri dan berkarir di hotel dan kapal pesiar.

"Untuk itu kita gabungkan saja IHGMA dari perhotelan dan SAS dari kapal pesiar untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di Sumut. Saat pelatihan mereka akan belajar teori dan praktik. Setiap akhir pekan nantinya mereka akan dikirim ke hotel untuk mengetahui situasi rill nya di hotel sehingga nantinya lulus mereka bisa mudah beradaptasi dalam pekerjaan ini," katanya.

Nurmansyah mengatakan, ke depan peluang kapal pesiar untuk bersandar di Indonesia juga cukup besar. Sebelumnya sudah ada kapal yang sempat bersandar di Tanjung Gading untuk membawa pengunjungnya ke Danau Toba.

"Nah, yang harus diperbaiki dari kita tentunya SDM lokal dan aksesibilitas juga. Kalau kita lihat di luar negeri, pemerintahnya sangat terbuka untuk memperbaiki fasilitasnya agar membuat wisatawan nyaman ketika datang berkunjung," pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved