Breaking News:

Terkait Komplain Tagihan Listrik Meroket yang Dikeluhkan Pelanggan, Begini Penjelasan PLN dan LAPK

Pemerintah sebelumnya gembar-gembor akan memberikan subsidi listrik melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kompas.com
Ilustrasi listrik pln 

T R I B U N-M E D A N.com - Sejumlah masyarakat mengeluhkan tagihan listrik yang membengkak, kondisi ini membuat mereka merasa terbebani, terutama di masa pandemi Covid - 19 ini.

"Sebelum adanya Covid-19 ini, saya biasa membayar Rp 100 sampai Rp 120 ribu.

Tapi setelah Covid-19 kemarin, sejak April sampai Juni, saya bayar tagihan Rp 250 ribu dengan daya 900 VA," kata Mulyono (33) warga Jalan Makmur Pasar VII Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (13/8/2020).

Karena heran tagihan listriknya naik, Mulyono mendatangi kantor PLN di Jalan Garuda, Perumnas Mandala.

Namun, sesampainya di sana, Mulyono tak mendapatkan solusi. 

"Saat saya datangi, pertama alasannya karena petugas tidak melakukan pengecekan meteran selama dua bulan karena Covid-19.

Tapi kemudian, mereka meminta saya menghubungi call centre PLN dan menyertakan nomor ID pelanggan.

"Kan ini enggak ada solusi namanya," kata Mulyono.

Senada disampaikan Rau warga Jalan Beringin, Pasar VII Tembung.

Katanya, tagihan listrik di rumahnya mendadak naik. Padahal, penggunaan listrik wajar-wajar saja.

Halaman
123
Editor: jefrisusetio
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved