Update Covid19 Sumut 14 Agustus 2020

Pejabat DPRD Medan Meninggal Diduga Covid-19, Paripurna HUT Ke 75 Kemerdekaan Sepi

Kehadiran anggota DPRD Kota Medan minim pada Paripurna Peringatan HUT Ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2020)

TRIBUN-MEDAN.COM - Kehadiran anggota DPRD Kota Medan minim pada Paripurna Peringatan HUT Ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2020).  

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, tidak lebih dari 20 anggota dewan yang hadir dari total DPRD Medan 50 orang.

Plt Sekertaris DPRD Medan, Alida membenarkan hal ini, ia mengatakan jumlah anggota dewan yang diundang sebanyak 23 orang, namun yang hadir kurang dari dua puluh orang.

"Iya memang sedikit yang hadir, enggak sampai 20 orang. Dewan lainnya ikut secara virtual, karena kan udah kita batasi juga jarak duduk antar dewan," kata Alida.

Bukan tanpa alasan, wanita yang akrab disapa Uni itu menjelaskan pagi tadi seorang Kassubag di Sekertariat DPRD Medan meninggal dunia diduga terinfeksi Covid-19 dan satu pejabat lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 sedang menjalani perawatan.

"Hasil positif atau tidak belum sampai ke kita, cuma beliau tadi pagi meninggal dunia, dimakamkan secara Covid-19 di pemakaman khusus Simalingkar B," katanya.

Ia menambahkan sebelumnya, Kassubag tersebut diketahui menderita sakit gula dan asam lambung.

Mengantisipasi penyebaran Covid-19, di lingkungan DPRD Medan telah dilakukan penyemprotan disinfektan, mengurangi pegawai yang bekerja di kantor dan dalam waktu dekat rapid tes massal.

"Dalam waktu dekat Insyaallah kami akan melaksanakan rapid test massal, kalau untuk semprot udah, kalau untuk pengurangan pegawainya sudah kita lakukan, kita juga sudah mengirim surat kepada gugus tugas, bahwa kami belum bisa melakukan lockdown. Sebab tanggal 18 kita masih Paripurna, itu sangat penting kegiatannya, jadi nggak bisa ditunda," ucapnya.

Meski sudah ada yang terpapar Covid-19, pantauan Tribun Medan wadah handsanitizer di gedung dewan kosong selama beberapa.

Saat ditanya mengapa handsanitizer di sejumlah tempat kosong, Alida mengatakan akan segera dianggarkan.

"Nanti saya sampaikan ke Kabag Umum, mudah-mudahan bisa nantinya dianggarkan, melihat situasi sekarang nggak mungkin enggak ada handsanitizer," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved