Legenda PSMS Edwin Daud Meninggal

Legenda PSMS Edwin Daud Berpulang, Ini Kata Para Mantan Penggawa Skuat Ayam Kinantan

Legenda sekaligus mantan kapten PSMS Medan, Edwin Daud dikabarkan meninggal dunia hari Sabtu (15/8/2020) malam.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
HO/ FB Indra Rangkuti
Salah satu legenda PSMS Medan era 90 an, Edwin Daud saat berseragam PSMS bersama rekan-rekannya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sepakbola Sumatera Utara kembali kehilangan salah satu penggawa lapangan hijau terbaiknya di era 90-an.

Legenda sekaligus mantan kapten PSMS Medan, Edwin Daud dikabarkan meninggal dunia hari Sabtu (15/8/2020) malam.

Jenazah almarhum pun telah dimakamkan oleh pihak keluarga, Minggu (16/8/2020) yang juga turut dihadiri oleh para rekan sejawat, sahabat, dan sejumlah mantan pemain PSMS Medan.

Kepergian Edwin Daud turut menyisakan duka tak hanya bagi keluarga namun juga bagi rekan-rekannya sesama pesepakbola yang juga pernh membela PSMS Medan.

Sejumlah mantan pemain PSMS turut berduka cita atas meninggalnya sang kapten. Di antaranya adalah mantan penggawa PSMS 1991-1998 Meyadi Rakasiwi, eks pemain PSMS dan Timnas Indonesia Slamet Riyadi, hingga eks kiper PSMS yang kini pelatih Tim Nasional U-19 Sahari Gultom.

"Orangnya (Alm Edwin) selalu ceria dan ramah sama siapa saja. Tapi tegas kalau sudah bermain dilapangan," kata Mantan Kiper PSMS Sahari Gultom.

Sementara itu, mantan penggawa PSMS lainnya, Slamet Riyadi mengatakan bahwa Edwin Daud merupakan pesepakbola yang memiliki karakter pemimpin ketika di lapangan hijau. Maka dari itu wajar jika dia ditunjuk sebagai kapten.

"Dia memang sosok seorang pemimpin waktu di lapangan. Berani maju atau tampil kalau ada masalah dalam tim," ujarnya.

Slamet Riyadi juga mengatakan sebagai pesepakbola, Edwin Daud diakui memiliki fisik yang kuat dan punya shooting yang akurat.

Namun sebagai rekan, sosok Edwin merupakan orang yang rendah hati.

"Dia adalah panutan saya sebagai seorang pemain dan kapten. Humble, humoris dan setiap ketemu pasti seperti berantem mulut. Padahal memang dia orang yang ceria. Selalu memberi masukan untuk pemain-pemain muda. Dan selalu mengingatkan soal fisik dalam bermain sepak bola," ungkapnya.

Tak jauh beda, rekan Edwin selama membela PSMS, Meiyadi Rakasiwi juga turut merasa kehilangan. Almarhum Edwin yang sudah dianggapnya sebagai sahabat menurutnya merupakan salah satu pemain terbaik yang di miliki oleh PSMS Medan.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Selamat Jalan Sahabat kami Edwin Daud. Insya Allah sahabat kami Husnul Khotimah. Semasa hidup almarhum adalah sosok yang baik,
Dari tahun 1992 - 1998 selalu bersama sama membela panji PSMS Medan. Kami sangat kehilangan atas kepergianmu Kapten. Kau menjadi salah satu sahabatku yang terbaik di setiap waktu selama membela panji-panji PSMS Medan," tulis Meiyadi Rakasiwi dalam akun Facebook miliknya.

(Can/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved