Aset Perbankan di Sumut Tumbuh 6,12 Persen Menjadi Rp 267,69 Triliun

Di tengah pandemi Covid-19, kinerja perbankan di Sumatera Utara (Sumut) masih dalam kondisi yang stabil

Editor: Juang Naibaho
HO
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Di tengah pandemi Covid-19, kinerja perbankan di Sumatera Utara (Sumut) yang terdiri dari Bank Umum dan BPR/BPRS posisi Juni 2020 masih dalam kondisi yang stabil dengan tingkat risiko yang terkendali.

Hal ini diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori, Jumat (21/8).

Yusup menjelaskan aset perbankan tumbuh 6,12 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 267,69 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,66 persen yoy menjadi Rp 250,52 triliun meliputi Deposito Rp 109,21 triliun yang tumbuh 5,93 persen yoy, Tabungan Rp 103,97 triliun dengan pertumbuhan 12,20 persen yoy, dan Giro Rp 35,81 triliun tumbuh 0,90 persen yoy.

"Penyaluran kredit perbankan masih dapat tumbuh 1,09 persen yoy menjadi Rp220,01 triliun yang masih didominasi oleh kredit produktif Rp163,12 triliun, disusul kredit konsumtif Rp 56,89 triliun," ujarnya.

Dikatakannya, Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Sumut masih terjaga di level 87,70 persen.

Demikian pula rasio Non Performing Loan (NPL) tetap terkendali sebesar 3,77 persen. Rasio NPL ini turun 0,06 persen dibanding posisi April 2020 yang tercatat 3,83 persen (awal dampak pandemi).

Artinya, sebesar Rp235,38 Miliar kredit bermasalah telah menurun sebagai respons dari adanya kebijakan stimulus restrukturisasi.

Perusahaan Pembiayaan per Mei 2020 telah menyalurkan pembiayaan Rp 16,75 triliun dengan rasio NPF yang cukup terkendali 3,66 persen.

Sementara Perusahaan Modal Ventura telah menyalurkan pembiayaan Rp 54,88 miliar yang tumbuh 57,78 persen yoy.

Pada industri Pasar Modal di Sumut terdapat peningkatan nilai transaksi saham yang signifikan sejak Bulan April sampai dengan Juni 2020 dengan rata-rata transaksi per bulan sebesar Rp 9,65 triliun, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata transaksi periode Januari sampai dengan Maret 2020 yang sebesar Rp 4,00 triliun.

"Hal ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat pada instrumen investasi di pasar modal Indonesia, didukung dengan tingginya pertumbuhan rekening investor atau Single Investor Identification (SID) per Juni 2020 sebesar 51,44 persen yoy atau sebanyak 128.666 rekening," ucapnya.

Diakuinya, jumlah rekening terbanyak pada instrumen Reksadana 94.381 rekening (tumbuh 71,06 persen yoy), diikuti oleh rekening saham 58.880 rekening (tumbuh 35,37 persen yoy), dan Surat Berharga Negara (SBN) 18.651 (tumbuh 46,89 persen yoy).

"Dari sisi industri jasa keuangan kita tetap mendorong untuk tumbuh positif dan untuk pelaku usaha korporasi dan UMKM kiranya dapat memanfaatkan berbagai kebijakan stimulus perekonomian yang telah diterbitkan oleh OJK, Pemerintah dan Bank Indonesia. Sedangkan bagi masyarakat penerima manfaat dari program pemerintah dapat menggunakan dengan baik sehingga semua dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian Sumut," katanya.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved