Viral Kayu Hanyut di Sungai Bohorok
Kayu Hanyut di Sungai Bukit Lawang Diduga Pembalakan Liar, Dinas Kehutanan Sumut Enggan Komentar
Penebangan liar ini juga bisa mengakibatkan longsor atau banjir bandang yang beberapa tahun lalu melanda Bukit Lawang.
Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
T R IBUN MEDAN.COM, MEDAN-
Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan Hutan, Dinas Kehutanan, Provinsi Sumatera Utara, Albert Sibue enggan memberi komentar terkait beredarnya video di lini masa, yang memperlihatkan hanyutnya puluhan batang kayu gelondongan, di pemandian Bukit Lawang, Kabupaten Langkat.
• Kayu Gelondongan di Bukit Lawang Ingatkan Memori Banjir Bandang yang Hanyutkan Ratusan Rumah Warga
Sebab, kawasan hutan yang berada di pemandian Bukit Lawang ini, dikatakannya adalah kewenangan dari Kementerian Kehutanan, yaitu Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL).
"Saya tidak berkomentar mengenai dengan adanya temuan ini, sebab ini adalah kewenangan dari Kementerian," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Jumat (21/8/2020).
Menurutnya, kayu yang hanyut itu dapat mengakibatkan longsor, apabila penebangan dilakukan secara ilegal.
"Dapat longsor apabila itu benar ilegal," jelasnya.
Kemudian, Albert mengatakan, hingga sampai dengan saat ini pihaknya belum mengetahui adanya video berdurasi semenit itu.
"Kita belum mendapatkan info mengenai kejadian ini," jelasnya.
Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah kayu tersebut berasal dari kawasan hutan konservasi yang berada di TNGL.
Apabila gelondongan kayu yang hanyut itu berasal kawasan konservasi, itu artinya Kementerian Kehutanan telah kebobolan dengan adanya penebangan liar.
Penebangan liar ini juga bisa mengakibatkan longsor atau banjir bandang yang beberapa tahun lalu melanda Bukit Lawang.
(Wen/T ribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sejumlah-potongan-kayu-gelondongan-hayut-di-sungai-bahorok-bukit-lawang-jumat-2182020.jpg)