Dilantik jadi Ketua Portina, Asrizal Target Kenalkan Permainan Tradisional di Deliserdang

Banyak anak-anak saat ini yang tidak mengenal olahraga tradisional, karena sudah terbiasa dengan permainan di gawai.

Tribun Medan
Ketua Umum Portina Deliserdang M Asrizal Nasution (tengah) bersama dengan pengurus Portina Deliserdang pascadilantik melalui virtual, Jumat (21/8). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Sumut telah melantik 13 Portina Kabupaten/Kota, Jumat (21/8). Pelantikan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Baharuddin Siagian. Satu dari 13 yang dilantik yakni Portina Kabupaten Deliserdang. Kepengurusan Portina Deliserdang dibentuk dengan cara virtual.

Ketua Umum Portina Deliserdang, M Asrizal Nasution mengatakan dengan resmi dilantik membuat semakin optimis untuk mengangkat olahraga tradisional dengan objek anak-anak yang berdomisili di Kabupaten Deliserdang. "Ke depan, kita akan memfokuskan pengenalan olahraga tradisional kepada masyarakat. Mengingat di zaman sekarang olahraga tradisional sudah sangat jarang dimainkan sama anak-anak,"katanya, Sabtu (22/8).

Ia menilai, banyak anak saat ini yang tidak mengenal olahraga tradisional, karena sudah terbiasa dengan permainan di gawai.

Ia berharap anak-anak kembali bermain dengan permainan tradisional. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa didapat dari melakukan olahraga yang berasal dari nenek moyang itu.

"Tujuan kita, mengangkat olahraga tradisional kepada anak-anak, karena di situ ada kebersamaan dan mengajarkan agar generasi penerus tidak egois atau kebersamaan tadi ada kekompakan dan mengajarkan strategi di dalam permainannya. Karena dalam permainan olahraga tradisional, strategi merupakan hal yang utama agar mencapai kemenangan,"kata mantan atlet lempar cakram ini.

Asrizal mengatakan Portina Deliserdang juga tengah memolerkan permainan hadang, egrang, terompah, dakon, dan tarik tambang. "Olahraga ini dapat melatih kebersamaan dan sosialisasi pada anak," ungkapnya.
Ia menilai di daerah Deliserdang sudah mulai ditinggalkan karena banyak anak yang saat sekarang ini lebih menyukai game online yang sifatnya individual.

"Saya ingin generasi muda tetap mengingat dan melestarikan olahraga tradisional dan terhindar dari bahaya narkoba,"harapnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved