Breaking News:

OJK Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi di Sumatera Utara

industri jasa keuangan di Sumut telah menerima pengajuan restrukturisasi kredit sebanyak 485.139 debitur dengan outstanding kredit Rp 30,18 trilliun

Penulis: Natalin Sinaga | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah mengeluarkan berbagai program stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi Nasional.

OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara terus memantau dan mendorong Industri Jasa Keuangan di Sumatera Utara (Sumut) dalam merealisasikan program stimulus restrukturisasi kredit sebagai tindak lanjut POJK Nomor 11/POJK.03/2020 untuk perbankan dan POJK Nomor 14/POJK.05/2020 untuk industri keuangan non bank dan program ekspansi kredit pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020. Sebanyak 94,74 persen pengajuan restrukturisasi telah disetujui.

"Hingga 13 Agustus 2020, industri jasa keuangan di Sumut telah menerima pengajuan restrukturisasi kredit sebanyak 485.139 debitur dengan outstanding kredit Rp 30,18 trilliun," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori, Selasa (25/8/2020).

Terdampak Corona, Restrukturisasi Nasabah Bank di Sumut Rata-rata Sebesar Rp 48 Juta

Ia menjelaskan, dari pengajuan tersebut, telah diberikan persetujuan restrukturisasi kredit kepada 459.640 debitur (94,74 persen) dengan outstanding kredit Rp 23,53 trilliun yang berasal dari restrukturisasi bank umum sebanyak 304.068 debitur dengan outstanding kredit Rp 18,22 trilliun, restrukturisasi BPR sebanyak 4.404 debitur dengan outstanding kredit Rp 216 milliar, dan restrukturisasi perusahaan pembiayaan sebanyak 151.168 debitur dengan nilai pembiayaan Rp5,09 trilliun.

"Sebagian besar realisasi restrukturisasi kredit dilakukan untuk 283.710 debitur UMKM dengan nilai outstanding kredit Rp 13,60 trilliun, sedangkan untuk non-UMKM sebanyak 175.930 debitur dengan nilai outstanding kredit Rp 9,94 trilliun. Kredit PEN sudah terealisasi sebesar Rp 1,94 triliun," ujarnya.

Terkait dengan penempatan uang negara di bank umum, kata Yusup, OJK Sumbagut juga melakukan pemantauan terhadap realisasi ekspansi kredit yang dilakukan oleh Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) di Sumut.

Pada periode bulan Juli 2020, Bank Himbara di Sumut telah merealisasikan penyaluran kredit PEN sebesar Rp 1,94 triliun kepada 27.290 debitur atau 54,84 persen dari target penyaluran kredit periode Juli – September 2020 sebesar Rp 3,55 triliun.

Dari realisasi tersebut, paling besar disalurkan pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan outstanding kredit Rp 884,34 miliar (45,48 persen dari total kredit). Diikuti oleh sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar Rp 429,98 miliar (22,11 persen dari total kredit) dan sektor Konstruksi sebesar Rp 182,37 miliar (9,38 persen dari total kredit).

Terkait dengan program subsidi bunga, OJK bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara telah melakukan sosialisasi kepada industri jasa keuangan di Sumut pada tanggal 13 Agustus 2020 dan mendorong realisasi program tersebut. 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved