Breaking News:

Oknum Kades di Madina Ditangkap terkait Dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa, Ditangani Polda Sumut

Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan oknum Kepala Desa Pasar Batahan Kecamatan Batahan Kab Madina.

shutterstock
ilustrasi 

T R I BUN-MEDAN.com, MEDAN-

Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan oknum Kepala Desa Pasar Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Madina.  

Oknum Kades tersebut diduga melakukan korupsi pembangunan Gedung TPA (Taman Pendidikan Alquran) dan bangunan pelengkap yang bersumber dari Dana Desa Pasar Batahan TA 2016.

Terkait penangkapan oknum Kades di Kabupaten Madina tersebut, Dirreskrimsus Poldasu Kombes Pol.Rony Santana mengatakan, Kepala Desa Pasar Batahan Kec Batahan Kabupaten Madina, bernama Fajar Siddik Rangkuti (37) warga Kuala Batahan Kecamatan Batahan.

"Fajar diamankan pada Jumat (14/8/2020) kemarin terkait dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBN Ta 2016 untuk pembangunan TPA dan bangunan pendukung lainya yang berlokasi di Desa Pasar Batahan KecamatanBatahan Kabupaten Madina," ujar Rony Santana, Selasa (25/8/2020).

Lanjut Direktur Ditkrimsus, berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 12 Februari 2020 bahwa terkait pelaksanaan APBDes Pasar Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Madina TA 2016, terdapat kerugian keuangan Negara sebesar 413.220.466,59.

"Pada tahun 2016 silam, Desa Pasar Batahan telah menerima dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari ABPD Kabupaten Madina TA. 2016 sebesar Rp 78 juta. Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN TA. 2016 sebesar Rp 604.381.985," katanya.

Oleh, sambung Rony, kepala desa mengalokasikan dana tersebut untuk beberapa kegiatan termasuk di antaranya pembangunan Taman Bacaan Alquran (TPA) dan bangunan pendukung lainnya.

“Akan tetapi, pada pelaksanaan APBDes Desa Pasar Batahan TA 2016, diketahui adanya kegiatan fisik yang belum selesai dikerjakan namun telah dilakukan penyerapan anggaran yaitu pembangunan Gedung TPA (Taman Pendidikan Alquran) dan bangunan pelengkap yang bersumber dari Dana Desa Pasar Batahan TA. 2016 sebesar Rp. 413.210.800. Dengan kesimpulan bahwa adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp. 215.518.584,08,” jelasnya.

Beranjak dari kasus yang ditangani Ditreskrimsus ini, pihak penyidik menyita barang bukti antara lain, satu exemplar buku tabungan Desa Pasar Batahan Bank Sumut atas nama Desa Pasar Batahan, selembar lembar Rekening Koran Tabungan Bank Sumut atas nama Desa Pasar Batahan periode Januari 2016 s/d Desember 2016.

Tidak hanya itu, petugas juga amankan satu lembar Rekening Koran Tabungan Bank Sumut atas nama Desa Pasar Batahan periode Januari 2017 s/d Maret 2017.

Empat lembar Surat Perintah Pencairan Dana, Laporan Pertanggung jawaban Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2016 Desa Pasar Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam kasus ini, oknum Kades tersebut
dipersalahkan melanggar pasal 2 Subs Pasal 3 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 Juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya.

(mft/t r i bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved