Update Covid19 Sumut 26 Agustus 2020

63 Tenaga Medis Deliserdang Terpapar Covid-19, Satu Dokter Meninggal dan Satu Dirawat di RS

Total ada 63 tenaga medis dan tenaga kesehatan asal Deliserdang yang terpapar Covid-19 dalam kurun waktu 1 April 2020 hingga Agustus 2020.

istimewa
Pemkab Deliserdang melakukan swab test di 10 kecamatan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Total ada 63 tenaga medis dan tenaga kesehatan asal Deliserdang yang terpapar Covid-19 dalam kurun waktu 1 April 2020 hingga Agustus 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista menyebutkan bahwa 63 tenaga medis ini merupakan warta yang beralamat kependudukan Deliserdang sesuai KTP

"Kalau total ada 63 orang tenaga medis termasuk dokter dan perawat, tapi yang 63 ini yang keterangan yang berdomisili di Deliserdang, belum tentu pegawai Pemkab Deliserdang," tuturnya saat dikonfirmasi, Tribun, Rabu (26/8/2020).

Namun, untuk tenaga medis yang berada di lingkungan kerja Pemkab Deliserdang, Ade menyebutkan hanya berjumlah 13 orang dari total 63 tersebut.

"Kalau yang pegawai Pemkab Deliserdang itu ada 13 orang yang dokter dan perawat yang bekerja di RSUD dan Puskesmas di Deliserdang," tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa saat ini dari total 63 tenaga medis tersebut tersisa satu perawat yang masih dirawat dan satu dokter meninggal dunia.

"Ini akumulasi dari 1 April sampai hari ini ada yang sudah sembuh, Dari 63 masih ada satu perawat yang tinggal di rawat inap. Dokter ada 4 orang, 1 orang meninggal dokter Purba domisili di Tanjung Morawa ini," jelasnya.

Ade menyebutkan bahwa 50 tenaga medis yang beralamat di Deliserdang bekerja di kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan Deliserdang.

"Sisanya 50 orang yang bekerja di daerah lain tapi domisilinya di Deliserdang, kan ini basis datanya berdasarkan tempat tinggal KTP, ada yang kerjanya di Binjai, di Medan Tanah Karo, perbatasannya luas, ada yang rumah sakit," pungkas Ade.

Ade menyebutkan bahwa 10 kecamatan yang dijadikan tempat dilakukannya swab adalah tingkat kasus tertinggi di Deliserdang.

"10 kecamatan yang kita tentukan ini karena itu kasusnya paling banyak peringkat satu sampai peringkat 10 di Deliserdang yaitu di Kecamatan Percut Sei Tuan, Sunggal, Tnjung Morawa, Patumbak, Delitua, Pancurbatu, Lubuk Pakam, Namorambe, Labuhan Deli, dan Hamparan Perak," bebernya.

Ade menyebutkan bahwa sasaran dari swab ini adalah para kontak erat pasien positif, para tenaga medis dan para pekerja di kantor dan pabrik.

"Kriterianya ada sasaran prioritas orang-orang yang punya kontak erat dengan pasien positif sebelumnya yang belum ditracing. Kemudian tenaga-tenaga kesehatan yang ada baik di rumah sakit daerah, rumah sakit pemerintah maupun di puskesmas, klinik swasta. Juga perkantoran baik swasta maupun pemerintah dan pabrik-pabrik," ungkapnya.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved