Breaking News:

BPODT Pastikan Gusur 28 Rumah di Sigapiton, Dirut Arie: Minggu Depan Langsung Kita Eksekusi

Dirut BPODT Arie Prasetyo mengatakan, bahwa puluhan rumah yang berada di kawasan Pardamean Sibisa akan tetap digusur.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Warga Sigapiton saat menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Tobasa 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, bahwa puluhan rumah yang berada di kawasan Pardamean Sibisa akan tetap digusur oleh pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 49 tahun 2016.

Ia menyebutkan, puluhan rumah itu berada di atas tanah milik negara.

Bangunan rumah tersebut juga tidak memiliki Izin Membangun Bangunan (IMB).

Nantinya, BPODT akan menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi wisata.

"Karena berdiri di atas lahan otorita dan milik negara. Lahan itu sudah ditetapkan berdasarkan Perpres Nomor 49 Tahun 2016," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Kamis (27/8/2020).

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Akan Eksekusi 28 Rumah, Warga Sigapiton: Kami Akan Bertahan

Arie mengatakan, puluhan rumah yang dibangun oleh masyarakat itu masih terbilang baru.

Pada tahun 2018 lalu, sebagian masyarakat membangun 28 rumah di atas tanah milik negara.

"Rumah didirikan tahun 2018 oleh sekelompok masyarakat. Jadi sekarang sertifikatnya sudah dipegang oleh BPODT," jelasnya.

Karena tidak memiliki hak atas kepemilikan tanah, pihak BPODT tetap akan menggusur sebagian masyarakat yang bermukim di kawasan wisata itu.

"Nanti laham tersebut akan dibangun kawasan pariwisata dan akan dibersihkan," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved