Breaking News:

Dipanggil Tak Menyahut, Ternyata Ibu 60 Tahun Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah

Seorang wanita berusia 60 tahun asal Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri.

TRIBUN MEDAN / HO
Petugas kepolisan dan warga berupaya mengevakuasi wanita 60 tahun yang bunuh diri di kediamannya, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Diduga stres dengan keadaan yang dialami, seorang wanita berusia 60 tahun asal Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan gantung diri, Jumat (28/8/2020) pagi.

SD ditemukan tergantung dengan tali nilon yang menjerat lehernya.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tetangganya yang hendak datang ke rumah korban untuk mengantarkan sarapan.

Kasubbag Humas Polres Simalungun, AKP Lukman Hakim menyampaikan, saat itu tetangga korban, bernama Nurmala Sari (34) hendak mengantarkan sarapan untuk korban. Namun tak ada jawaban saat saksi memanggil.

"Saksi menjelaskan bahwa biasanya mengantar sarapan untuk korban, akan tetapi saksi melihat jendela dan pintu rumah korban masih dalam keadaan tertutup dan terkunci sehingga saksi memanggil-manggil korban namun tidak disahut," ujar Lukman.

Curiga, saksi kemudian memanggil dan mengajak teman-temannya, Ernawati Tamba dan Yulinar bersama-sama ke belakang rumah korban dan mencungkil dinding dapur yang terbuat dari tepas.

Saat itu, ujar Lukman, saksi dan teman-temannya masuk ke dalam rumah dan melihat korban dalam keadaan tergantung dengan leher terjerat tali nilon pada tiang rumah.

"Jadi pukul 09.45 WIB dilakukan pemeriksaan secara medis oleh pihak Puskesmas Bandar Tinggi dan bidan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bekas-bekas ataupun tanda-tanda kekerasan yang memungkinkan tindak pidana," ujar Lukman.

Ia mengatakan, pihak keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban dan membuat surat pernyataan bahwa keluarga tidak keberatan dan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa korban memiliki riwayat penyakit asam lambung akut dan asam urat.

Menurut keluarga dan tetangga, beberapa tahun belakangan diketahui korban telah ditinggalkan oleh suaminya karena korban menderita sakit menahun.

"Putri kandung korban Siti Zaharah (26) sempat mengajak untuk tinggal bersama. Namun korban bersikukuh untuk tetap tinggal sendiri di rumahnya, karena tidak mau merepotkan anak kandungnya," ujar Lukman kembali.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved