Breaking News:

PKPA Medan Bentuk Laskar No Plastik, Edukasi Anak Mengenai Isu Sampah Plastik di Masa Pandemi

Project No Plastik lalu melahirkan sebuah komunitas yang diinisisi oleh anak-anak dan pemuda yang diberi nama Laskar No Plastik.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
AKTIVITAS Laskar No Plastik pada kegiatan yang dilakukan beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Peduli terhadap isu meningkatnya jumlah sampah plastik dan nasib anak di masa pandemi, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak atau PKPA mengadakan kegiatan No Plastik Online Festival.

Kegiatan ini dilakukan sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2020 yang ditutup dengan kegiatan talkshow secara online yang dilakukan Jumat (28/8/2020) melalui aplikasi Whatsapp.

"No Plastik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya limbah plastik dan mendorong keikutsertaan anak dan orang muda dalam kampanye pencegahan penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai dan pengelolaan limbah plastik kemasan," ujar Keumala Dewi dalam talkshow bertajuk Merdeka dari Sampah Plastik, Jumat (28/8/2020).

Diterangkannya, PKPA mengimplementasikan Project No Plastik di dua lokasi yakni Gang Maju 8 dan Gang Kompos yang sama-sama berada di Kecamatan Kuala Bekala dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pemulung.

Project No Plastik lalu melahirkan sebuah komunitas yang diinisisi oleh anak-anak dan pemuda yang diberi nama Laskar No Plastik.

Manfaatkan Ratusan Ecobrick, Anak Dampingan PKPA Medan Sulap Sampah Plastik Jadi Taman Kreativitas

"Laskar No Plastik terdiri atas 23 anggota inti yang rutin melakukan pelatihan regular untuk meningkatkan pengetahuan tentang konservasi lingkungan terutama terkait upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan pemanfaatan limbah plastik di masyarakat," terangnya.

Keumala mengatakan Laskar No Plastik juga telah melakukan sosialisasi ke lima sekolah di Kota Medan dan mengedukasi siswa-siswi di sekolah tersebut untuk ikut dalam upaya reduce, reuse dan recycle menggunakan media ular tangga raksasa.

"Di tengah pandemic Covid-19, Laskar No Plastik tetap melakukan sosialisai terkait upaya menjaga lingkungan melalui kompetisi debat online, IG live dan nonton bareng film dokudrama yang menceritakan tentang dinamika yang dialami masyarakat selama memulung sampah. Serta peluang pembuatan ecobrick  sebagai alternative mengurangi limbah plastik," kata dia.

Saat ini Laskar No Plastik telah memanfaatkan ecobrick menjadi taman skala mini serta furniture berbentuk sofa dan meja.

Kampanyekan Minim Sampah, PKPA Medan Ajak Anak Muda Jadi Agent of Change Bebas Plastik

"Pemanfaatan ecobrick ini akan terus dikembangkan dengan kerjasama bersama pemerintah daerah, sektor bisnis dan komunitas," tuturnya.

Terpisah, melalui talkshow Merdeka dari Sampah Plastik, Nova Dwiyana dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan menuturkan bahwa perubahan gaya hidup di masa pandemi menyebabkan jumlah konsumsi plastik sekali pakai meningkat.

"Perubahan gaya hidup yang signifikan misalnya semakin banyak masyarakat yang mengalihkan aktivitas belanja secara online membuat penggunaan plastik sekali pakai meningkat. Tidak hanya itu, dari segi medis, penggunaan alat medis juga didominasi oleh material plastik," katanya.

PKPA Survey Kondisi Anak di Masa Pandemi, Ini Beberapa Rekomendasi Kebijakan New Normal

Nova menuturkan bahwa solusi untuk pengurangan jumlah sakpah plastik ada kesadaran masyarakat untuk meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Dan juga, terangnya, dibutuhkan kolaborasi antara tiga pihak yakni pemerintah, masyarakat dan swasta untuk bergotong royong dalam pengelolaan sampah.

"Solusi untuk hal ini tentu adalah kesadaran masyarakat dan peran multi pihak. Khsusus nya di bidang pengelolaan sampah, dibutuhkan kerjasama paling sedikit lebih tiga pihak yakni pemerintah, masyarakat dan pihak swasta," tuturnya.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved