Belajar Daring Selama Pandemi Covid-19, Pelajar di Deliserdang Nyambi Jadi Badut
Para siswa di salah satu sekolah menengah atas dan sekolah dasar menghabiskan waktu dengan menyambi badut.
T R I BUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Masa Pandemi Covid-19 membuat pelajar di Sumatera Utara harus menempa ilmu melalui daring.
Pelajar yang pada biasanya mengabiskan waktu 5-6 jam bahkan lebih perhari di bangku sekolahan, kini para siswa lebih memiliki waktu luang.
Para siswa di salah satu sekolah menengah atas dan sekolah dasar menghabiskan waktu dengan menyambi badut.
Tidak sedikit pelajar yang terjun menyambi mencari uang sebagai badut yang menampilkan tarian dengan speaker aktif yang dibawa.
Pendapatan yang menjanjikan membuat aksi-aksi badut jalanan ini marak khususnya di wilayah Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang.
Pantauan T r ibun-Medan.com pada Minggu (30/8/2020), anak-anak yang berusia belasan tahun ini menyambi jadi badut dengan satu tim dua sampai tiga orang.
Di mana masing-masing anak berperan sebagai penari yang memakai kostum badut, ada yang memegang speaker kecil dilengkapi flash disk sebagai penyimpan file musik dan ada berperan sebagai mengutip uang.
Dalam satu tim, berkeliling mencari lokasi-lokasi yang ramai masyarakat, seperti bengkel, pertokoan, cafe dan perkumpulan warga lainnya.
Tidak ada mematokkan tarif, tanpa aba-aba, melihat ramainya situasi masyarakat, para badut pun langsung menunjukkan aksinya.
Satu sampai tiga lagu telah diputar dengan tarian campuran, salah seorang dari kelompok badut ini pun langsung keliling dengan memberikan plastik bekas permen sebagai tempat uang.
Berapa pun pendapatan para badut dalam sekali tampil, mereka pun langsung pergi ke tempat lainnya.
Salah seorang pemeran badut, Rifki, remaja berstatus pelajar yang duduk di bangku sekolah SMP kelas I ini, tidak merasa malu meski mencari uang sebagai badut.
"Kalau menjadi badut ini, baru-baru saja saya jalani. Kurang lebih dua Minggu ini. Itu pun tahunya dari kawan-kawan sekolah yang tidak jauh dari rumah. Karena mereka juga jadi badut selama tidak sekolah ini," ujarnya.
Tidak sampai di situ, Rifki menuturkan bahwa meski menyewa kostum dan peralatan lainnya terbilang cukup mahal, namun dirinya selalu mendapat penghasilan lebih.
"Kami sewa kostum ini kalau yang kecil Rp 55 ribu. Kalau yang besar Rp 75 ribu. Pokoknya lengkap satu set, musik, flashdisk, kostum badut dan power bank," katanya.
Saat disinggung penghasilan yang didapat selama menyambi jadi badut, Rifki mengatakan, pendapatan lumayan bekisar 200 sampai 250 ribu per hari.
"Kami ada tokenya. Jadi bawa dulu perlengkapan, nyari uang dan kalau sudah terkumpul uang, kami pulang. Setelah uang sewa dibayar, sisa pendapatan dibagi rata," ungkapnya.
Lanjut Rifki, dirinya bersama temannya memulai menjadi badut pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.
"Kalau orang tua tahu saya cari uang jajan dari badut. Tidak dimarahi," ucapnya.
Saat disinggung, apakah dirinya yang berstatus pelajar secara daring ini, menyempatkan diri untuk belajar.
Rifki mengatakan bahwa dirinya terkadang belajar usai pulang dari mencari uang sebagai badut jalanan.
"Kadang kalau tidak kecapean ya belajar. Kadang juga tidak. Kalau tugas-tugas rumah yang diberikan guru sebagai daring, tetap dikerjakan meski agak lama waktunya," sebutnya.
Tidak hanya Rifki, Dimas (10) pelajar kelas V sekolah dasar ini dan Fino (13) juga mengatakan bahwa kegiatan mereka diketahui orang tua.
"Orang tua tahu. Gak ada ngelarang. Kan cari uang untuk jajan," katanya.
Saat ditanya apakah ada peran pengganti sebagai badut, Dimas yang berperan sebagai mengutip uang ini mengatakan kalau Rifki lelah, dirinya menggantikan posisi sebagai penari (badut).
"Kami gantian. Kalau dia (Rifki) capek, ya saya yang menggantikannya," bebernya.
Saat ditanya ketiganya, apakah ada belajar khusus dalam menari?. Para pelajar ini senada mengatakan bahwa semuanya secara autodidak.
"Gak ada belajar. Semua secara natural. Ikuti musik aja. Yang penting bisa menghibur," ucapnya.
(mft/t r ibun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aksi-para-badut-jalanan-saat-menghibur-warga-minggu-3082020.jpg)